7.MonEv

BAB 7 – MONITORING DAN EVALUASI.

Monitoring dan evaluasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan tetap pada jalurnya sesuai pedoman dan perencanaan program dalam rangka pengendalian suatu program, selain juga memberikan informasi kepada pengelola program akan hambatan dan penyimpangan yang terjadi sebagai masukan dalam melakukan evaluasi. Dalam program PPI monitoring dan evaluasi bertujuan untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan program dan kepatuhan penerapan oleh petugas serta evaluasi angka kejadian HAIs melalui pengkajian risiko infeksi/Infection Control Risk Assesment (ICRA), audit, dan monitoring dan evaluasi lainya secara berkala yang dilakukan oleh Komite atau Tim PPI.

 

A. Pengkajian Risiko Infeksi (Infection Control Risk Assesment/Icra).

Salah satu program dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan adalah melakukan pengkajian risiko.Pengkajian risiko sebaiknya dilakukan setiap awal tahun sebelum memulai program dan dapat setiap saat ketika dibutuhkan.

1. Definisi.

a) Risiko adalah potensi terjadinya kerugian yg dapat timbul dari proses kegiatan saat sekarang atau kejadian dimasa datang (ERM,Risk Management Handbook for Health Care Organization).

b) Manajemen risiko adalah pendekatan proaktif untuk mengidentifikasi, menilai dan menyusun prioritas risiko, dengan tujuan untuk menghilangkan atau meminimalkan dampaknya. Suatu proses penilaian untuk menguji sebuah proses secara rinci dan berurutan, baik kejadian yang aktual maupun yang potensial berisiko ataupun kegagalan dan suatu yang rentan melalui proses yang logis, dengan memprioritaskan area yang akan di perbaiki berdasarkan dampak yang akan di timbulkan baik aktual maupun potensial dari suatu proses perawatan, pengobatan ataupun pelayanan yang diberikan.

c) Pencatatan risiko adalah pencatatan semua risiko yang sudah diidentifikasi, untuk kemudian dilakukan pemeringkatan (grading) untuk menentukan matriks risiko dengan kategori merah, kuning dan hijau.

d) ICRA adalah proses multidisiplin yang berfokus pada pengurangan infeksi, pendokumentasian bahwa dengan mempertimbangkan populasi pasien, fasilitas dan program:

1) Fokus pada pengurangan risiko dari infeksi,
2) Tahapan perencanaan fasilitas, desain, konstruksi, renovasi, pemeliharaan fasilitas, dan
3) Pengetahuan tentang infeksi, agen infeksi, dan lingkungan perawatan, yang memungkinkan organisasi untuk mengantisipasi dampak potensial.

ICRA merupakan pengkajian yang di lakukan secara kualitatif dan kuantitatif terhadap risiko infeksi terkait aktifitas pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan serta mengenali ancaman/bahaya dari aktifitas tersebut.

 

2 Tujuan:

Untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya HAIs pada pasien, petugas dan pengunjung di rumah sakit dengan cara :

a) Mencegah dan mengontrol frekuensi dan dampak risiko terhadap : 
– Paparan kuman patogen melalui petugas, pasien dan pengunjung
– Penularan melalui tindakan/prosedur invasif yang dilakukan baik melalui peralatan,tehnik pemasangan, ataupun perawatan terhadap HAIs.

b) Melakukan penilaian terhadap masalah yang ada agar dapat ditindak lanjuti berdasarkan hasil penilaian skala prioritas

 

3, Infection Control Risk Assessment, terdiri dari:

a) External

1) Terkait  dengan  komunitas:  Kejadian  KLB  dikomunitas  yang berhubungan dengan penyakit menular: influenza, meningitis.
2) Penyakit lain yg berhubungan dengan kontaminasi pada makanan, air seperti hepatitis A dan salmonela.
3) Terkait dengan bencana alam : tornado, banjir, gempa, dan lain-lain.
4) Kecelakaan massal : pesawat, bus, dan lain-lain.

b) Internal

1) Risiko terkait pasien : Jenis kelamin, usia, populasi kebutuhan khusus
2) Risiko terkait petugas kesehatan 

#  Kebiasaan kesehatan perorangan : Budaya keyakinan tentang penyakit menular; Pemahaman tentang pencegahan dan penularan penyakit;

# Tingkat  kepatuhan  dalam  mencegah  infeksi ( Kebersihan  tangan,  pemakaian  APD ,  tehnik  isolasi) : Skrening yang tidak adekuat terhadap penyakit menular :  Kebersihan tangan, NSI.

3) Risiko terkait pelaksanaan prosedur

# Prosedur invasif yang dilakukan
# Peralatan yang dipakai
    – Pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan suatu tindakan
    – Persiapan pasien yang memadai
    – Kepatuhan terhadap tehnik pencegahan yang direkomendasikan

4) Risiko terkait peralatan

Pembersihan, desinfektan dan sterilisasi untuk proses peralatan:

– Instrumen bedah
– Prostesa
– Pemrosesan alat sekali pakai
– Pembungkusan kembali alat
– Peralatan yang dipakai

5) Risiko terkait lingkungan

– Pembangunan / renovasi
– Kelengkapan peralatan
– Pembersihan lingkungan.

 

Pengkajian Risiko Infeksi (Infection Control Risk Assesment/ICRA) terdiri dari 4 (empat) langkah, yaitu :

1. Identifikasi risiko

Proses manajemen risiko bermula dari identifikasi risiko dan melibatkan:
a) Penghitungan beratnya dampak potensial dan kemungkinan frekuensi munculnya risiko.
b) Identifikasi aktivitas-aktivitas dan pekerjaan yang menempatkan pasien, tenaga kesehatan dan pengunjung pada risiko.
c) Identifikasi agen infeksius yang terlibat, dan
d) Identifikasi cara transmisi.

2. Analisa risiko

a) Mengapa hal ini terjadi ?
b) Berapa sering hal ini terjadi ?
c) Siapa saja yang berkontribusi terhadap kejadian tersebut ?
d) Dimana kejadian tersebut terjadi ?
e) Apa dampak yang paling mungkin terjadi jika tindakan yang sesuai tidak dilakukan ?
f) Berapa besar biaya untuk mencegah kejadian tersebut ?

3. Kontrol risiko

a) Mencari strategi untuk mengurangi risiko yang akan mengeliminasi atau mengurangi risiko atau mengurangi kemungkinan risiko yang ada menjadi masalah.

b) Menempatkan rencana pengurangan risiko yang sudah disetujui pada masalah.

4. Monitoring risiko

a) Memastikan rencana pengurangan risiko dilaksanakan.

b) Hal ini dapat dilakukan dengan audit dan atau surveilans dan memberikan umpan balik kepada staf dan manajer terkait.

 

Dalam  bentuk  skema  langka-langkah  ICRA  digambarkan  sebagai berikut:

  • Hindari Risiko
  • Indentifikasi risiko
  • Monitoring Risiko
  • Analisis Risiko
  • Kontrol Risiko.

 

 

 

 

 

 

Sumber: Basic Consepts of Infection Control, IFEC, 2011

 

Dibawah ini ada tabel yang menerangkan cara membuat perkiraan risiko, derajat keparahan dan frekuensi terjadinya masalah:

  • Peringkat 4, Peluang 1:10 , Hampir pasti atau sangat mungkin terjadi.
  • Peringkat 3, Peluang 1:100 , Tinggi kemungkinan akan terjadi.
  • Peringkat 2, Peluang 1:1000 , Mungkin hal tersebut akan terjadi pada suatu waktu.
  • Peringkat 1, Peluang lebih 1:10000 , Jarang terjadi dan tidak diharapkan untuk terjadi.

 

 Tabel 5 – Derajat Keparahan.

  • Peringkat 20-30, Deskripsi : tinggi atau mayor
    Dampak yang besar bagi pasien yang dapat mengarah kepada kematian atau dampak jangka panjang.
    Komentar : Tindakan segera sangat dibutuhkan.
  • Peringkat 10-19, Deskripsi : Menengah
    Dampak yang dapat menyebabkan efek jangka panjang,
    Komentar : Dibutuhkan penanganan.
  • Peringkat 1-9 , Deskripsi : Rendah atau Minor.
    Dampak minimal dengan / tanpa efek minor.
    Komentar : Dinilai ulang secara berkala.

 

Tabel 6 – Keparahan dan frekuensi terjadinya masalah.

  • Keparahan tinggi & Frekuensi Rendah :  
    2-Keparahan tinggi : Frekuensi rendah (infeksi aliran darah disebabkan oleh kontaminasi akses intravena).
  • Keparahan tinggi & Frekuensi Tinggi :  
    1-Keparahan tinggi : Frekuensi tinggi (infeksi dalam darah akibat penggunaan alat dan jarum suntik ulang).
  • Keparahan Rendah & Frekuensi rendah :
    4 – Keparahan rendah : Frekuensi rendah (infeksi dari linen RS).
  • Keparahan Rendah & Frekuensi tinggi :
    3 – Keparahan Rendah : Frekuensi tinggi (infeksi saluran kemih).

Sumber : IFIC (Basic Conceptsof Infection Control).

 

Jenis risiko dan tingkat risiko berbeda di setiap unit fasilitas pelayanan kesehatan, seperti di IGD, ICU, instalasi bedah, rawat inap, laboratorium, renovasi/pembangunan, dan lainnya. Pencatatan risiko adalah pencatatan semua risiko yang sudah diidentifikasi, untuk kemudian dilakukan pemeringkatan (grading) untuk menentukan  matriks risiko dengan kategori merah, kuning dan hijau. Pemeringkatan (grading) dalam bentuk table sebagai berikut:

Tabel 7 – Penilaian Probabilitas / Frekuensi.

  • Tingkat Riks 0, Deskripsi = Never,
    Frekuensi Kejadian : Tidak pernah.
  • Tingkat Riks 1, Deskripsi = Rare,
    Frekuensi Kejadian : Jarang (Frekuensi 1-2 kali per tahun).
  • Tingkat Riks 2, Deskripsi = Maybe,
    Frekuensi Kejadian : Jarang (Frekuensi 3-4 kali per tahun).
  • Tingkat Riks 3, Deskripsi = Likey,
    Frekuensi Kejadian : Agak Sering (Frekuensi 4-6 kali per tahun).
  • Tingkat Riks 4, Deskripsi = Expect It,
    Frekuensi Kejadian : Sering (Frekuensi > 6-12 kali per tahun).