Panduan Praktek Klinis (PPK) BEDAH – HERNIA INGUALIS

Sumber : Bahan Akreditasi RS 2012

Definisi :
Benjolan di daerah inguinal dan dinding depan abdomen yang masih bisa imasukkan
kedalam cavum abdomen.
Kadang benjolan tidak bisa dimasukkan ke cavum abdomen disertai tanda – tanda obstruksi seperti muntah, tidak bisa BAB, serta nyeri.

Batasan :
Penonjolan abnormal dari jaringan atau organ intra abdominal (sebagian atau seluruhnya) melalui lubang atau defek dinding abdomen.
Hernia inguinalis lateralis (=indirekta) keluar melalui anulus internus menunju ke kanalis inguinalis – anulus eksternus dan keluar ke dalam kantong zakar (ICD 550) Hasselbach menuju anulus eksternus; sedang hernia femoralis, kantong melalui anulus femoralis menuju fossa ovalis.

Patofisiologi :
Hernia inguinalis indirekta sebagian besar mempunyai dasar kongenital karena penonjolan dari prosesus vaginalis peritonei.
Hernia inguinalis direkta dan hernia femoralis merupakan hernia didapat (acquisita). Hernia femoralis lebih banyak dijumpai pada wanita karena perubahan fisik dan biokemis yang terjadi waktu hamil.
Setiap kondisi yang menyebabkan kenaikan tekanan intra abdominal memegang peranan untuk timbulnya dan membesarnya hernia.

Gejala Klinis :
Benjolan daerah inguinal yang timbul bila penderita berdiri atau mengejan dan dapat masuk kembali bila penderita berbaring.
Sebagian besar tidak memberikan keluhan
Bila isi hernia tidak dapat masuk kembali disebut hernia irreponibilis Bila terjadi penjepitan isi hernia oleh anulus dan timbul gangguan pasase isi usus dan atau gangguan veskularisasi disebut hernia inkaserata.

Indikasi Banding :
• Hidrokel testis
• Tumor testis
• Orchitis
• Tarsio testis

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan punjang diperlukan untuk faktor penentu terjadinya hernia RO-thorax : COPD –USG : adalah BPH



Tehnik operasi Herniotomi – Herniorafi Linchtenstein
Hernia inguinalis lateralis dan medialis :
1. Penderita dalam posisi supine dan dilakukan anestesi umum, spinal anestesi atau anestesi lokal.
2. Dilakukan insisi oblique 2 cm medial sias sampai tuberkulum pubikum
3. Insisi diperdalam sampai tampak aponeurosis MOE (Muskulus Obligus Abdominis Eksternus)
4. Aponeurosis MOE dibuka secara tajam
5. Funikulus spermatikus dibebaskan dari jaringan sekitarnya dan dikait pita dan kantong hernia diidentifikasi.
6. Isi hernia dimasukkan ke dalam cavum abdomen, kantong hernia secara tajam dan tumpul sampai anulus internus.
7. Kantong hernia diligasi setinggi lemak preperitonium, dilanjutkan dengn herniotomi.
8. Perdarahan dirawat, dilanjutkan dengernioplasty dengan mesh.
9. Luka operasi ditutup lapis demi lapis

Komplikasi operasi :
• Perdarahan
• Infeksi luka operasi
• Cedera usus
• Cedera kantong kemih
• Cedera vesdeferen
• Cedera testis,orra sarchitis, atropi testis
• Cedera saraf intra inguinal, ilia hipogastrik atau genota femral

Mortalitas :
Tergantung keadaan hernia : repombilis atau strangulata, kondisi dan penyakit penyerta

Perawatan Pasca Operasi :
Paska bedah penderita dirawat dan diobservasi kemungkinan komplikasi berupa perdarahan dan hematoma pada daerah operasi.

Follow-up :
Pasien disarankan tidak berolah raga berat atau mengangkat benda berat selama 6 – 8 minggu untuk mencegah kekambuhan.