Acuan Panduan Praktek Klinis Neurologi (PPK)

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS SARAF INDONESIA 2016

Acuan Panduan Praktek Klinis Neurologi

Download Materi : ppkneulorogi.pdf    atau : ppkneulorogi.docx

Penyakit neurologi seperti stroke, nyeri kepala, epilepsi, nyeri punggung bawah dan kasus lainnya adalah termasuk penyakit yang paling sering dijumpai di Indonesia. Bahkan stroke saat ini masih menjadi penyakit dengan tingkat disabilitas dan mortalitas tertinggi di Negara kita. Untuk dapat mengatasi masalah penyakit neurologi di seluruh Indonesia, tentunya diperlukan suatu panduan bagi dokter diseluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

Sesuai dengan Permenkes 1438/2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN KEDOKTERAN, maka di fasilitas kesehatan diperlukan suatu Panduan Praktik Klinis (PPK) yang disusun oleh rumah sakit yang bersangkutan sesuai dengan ketersediaan sumber daya dan fasilitas masing-masing.

Dalam upaya untuk membantu standarisasi PPK Neurologi di seluruh Indonesia, sekaligus membantu pihak lain yang memerlukan informasi mengenai pelayan neurologi di Rumah Sakit seperti Dinas Kesehatan, BPJS, dokter umum maupun dokter spesialis lainnya, maka saya menyambut baik inisiatif penyusunan buku Acuan Panduan Praktik Klinis (PPK) Neurologi di Indonesia dari seluruh Kelompok Studi di lingkungan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI).

Materi Meliputi : 

  • Migrain
  • Nyeri Kepala Tipe Tegang 
  • Nyeri Kepala Kluster 
  • Carpal Tunnel Syndrome. 
  • Trigger Finger. 
  • Sindrom De Quervain. 
  • Epikondilitis Lateral 
  • Kapsulitis Adhesiva Bahu 
  • Sindrom Rotator Cuff 
  • Knee Pain. 
  • Fibromialgia 
  • Sprain dan Strain Otot 
  • Neuropati Diabetika. 
  • Neuralgia Pasca Herpes. 
  • Neuralgia Trigeminal 
  • Cervical Syndrome. 
  • Cervical Disc Disorder. 
  • Nyeri Punggung Bawah. 
  • Radikulopati Lumbal. 
  • Kelainan Diskus Intervertebral Lumbal. 
  • Spinal Stenosis Lumbalis 
  • Nyeri Neuropatik pada HIV. 
  • Nyeri Kanker.
  • Bell’s Palsy.
  • Epilepsi.
  • Status Epileptikus.
  • Vertigo.
  • Demensia.
  • Transient ischemic attack.
  • Stroke Iskemik.
  • Stroke Hemoragik.
  • Perdarahan Subarachnoid.
  • Sinkop.
  • Koma dan Penurunan Kesadaran.
  • Cedera Kepala.
  • Cedera Medula Spinalis.
  • Tumor Otak.
  • Abses Otak.
  • Ensefalitis Toxoplasma.
  • Meningitis Kriptokokus.
  • Ensefalitis Viral.
  • Meningitis Bakterial.
  • Meningitis Tuberkulosa.
  • Spondilitis Tuberkulosis.
  • Rabies.
  • Tetanus.
  • Multipel Sklerosis.
  • Myasthenia Gravis dan Krisis Myasthenia.
  • Sindrom Guillain Barre.
  • Mielitis Transversa.
  • Penyakit Parkinson.
  • Restless Leg Syndrome.
  • Hemifacial Spasme.
  • Paralisis Periodik.
  • Palsi Serebral.
  • Tics dan Tourette.
  • Autisme.
  • Subacute Sclerosing Pan Encephalitis.
  • Duchenne Muscular Dystrophy.
  • Developmental Delay.
  • Retardasi Mental.
  • Gangguan Pemusatan dan Perhatian (ADHD).
  • Sydenham’s Chorea.
  • Epilepsi pada Anak
  • Cedera Kepala pada Anak.
  • Tumor Otak Pada Anak 
  • Obstructive Sleep Apnea.