Macam-macam Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia – Materi Pelajaran SD Kelas 5

SD5 – Macam-macam Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia.

A. Pendahuluan.
Coba ceritakan usaha apa saja yang ada di lingkungan tempat ting- galmu? Apakah ada orang yang menanam padi di lingkungan tempat tinggalmu? Apakah ada tetanggamu yang menjadi dokter? Apakah ada salon kecantikan di dekat rumahmu? Apakah tetanggamu ada yang mem- buka warung? Bertani, praktik sebagai dokter, membuka salon kecantikan, dan berdagang adalah bentuk-bentuk usaha atau kegiatan ekonomi. 

 

 

Dalam bab ini kamu akan mempelajari jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi yang ada di negara kita. Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Menjelaskan pengertian kegiatan ekonomi.
2. Menyebutkan macam-macam usaha yang ada di lingkungan sekitar.
3. Menyebutkan dan menjelaskan macam-macam usaha dan kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia.
Sebagai pembuka bahasan lakukan kegiatan berikut ini!

Tampak Kegiatan ekomoni berupa : peternakan, pertanian, dagang, nelayan.

 

B. Jenis-jenis Usaha Ekonomi.

Ada bermacam-macam usaha untuk mencukupi kebutuhan hidup. Pada bagian ini kita akan membicarakan pengertian kegiatan atau usaha eko-nomi, jenis-jenis usaha dalam kegiatan ekonomi, dan usaha ekonomi yang dikelola sendiri dan yang dikelola kelompok.

1. Pengertian kegiatan ekonomi.

Kembali ke Kegiatan 1 di atas. Kegiatan-kegiatan yang kamu lihat dalam gambar tersebut termasuk kegiatan ekonomi. Untuk mencukupi kebutuhan-nya sehari-hari orang melakukan usaha yang berbeda-beda. Jenis usaha yang dijalankan orang sesuai dengan bakat dan keterampilan yang dimiliki. Dalam gambar Kegiatan 1, tampak kegiatan sebagai pedagang, nelayan, peternak, dan petani. Coba perhatikan kegiatan or- ang-orang di sekitar kamu, apa saja pekerjaan mereka?
Untuk apa orang bekerja? Pada dasarnya, orang mempunyai tujuan yang sama ketika bekerja, yaitu untuk mendapatkan uang atau penghasilan. Penghasilan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Maka kita dapat menyimpulkan apa yang dimaksudkan dengan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dalam kehidupan sehari-hari tak seorang pun dapat membuat semua barang yang dibutuhkannya. Oleh sebab itu ada kerja sama antara orang yang satu dengan orang lainnya. Kerja sama itu saling melengkapi. Ada orang yang bekerja sebagai petani yang memproduksi bahan pangan. Ada yang membuat pakaian untuk dijual dan diperdagangkan, dan seterusnya.

2. Jenis-jenis usaha dalam bidang ekonomi.
Tanah air kita kaya dan luas. Ada banyak potensi bidang usaha di ta- nah air kita. Berikut ini kita akan membahas aneka bidang usaha, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, pertambangan, perindustrian, perdagangan, dan pariwisata.

a. Pertanian.
Negara kita adalah negara agraris. Berbagai jenis tanaman dapat tumbuh. Hasil tanah pertanian Indonesia, antara lain padi, jagung, ubi, tembakau, kelapa sawit, karet, cengkeh, palm, kopi, cendana, kayu putih, lada, dan teh.
Upaya untuk meningkatkan hasil pertanian dilakukan dengan cara in- tensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, dan rehabilitasi. Mari kita pelajari apa maksudnya.

1. Intensifikasi Pertanian ialah upaya untuk meningkatkan hasil pertanian tanpa memperluas lahan pertanian yang telah ada. Upaya intensifikasi dilaku- kan dengan cara penggunaan pupuk, bibit unggul, pengairan, pe- meliharaan, dan penyuluhan. Intensifikasi lebih dikenal dengan nama pancausaha tani.
Untuk keperluan irigasi pertanian, pemerintah membangun waduk. Air yang ditampung di waduk dialirkan ke lahan pertanian. Di Bali, ada organisasi masyarakat yang khusus mengatur pengairan sawah yang disebut subak. Anggota subak adalah kelompok pemakai air.

2. Ekstensifikasi Pertanian adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan memperluas lahan pertanian. Perluasan lahan pertanian di Pulau Jawa sudah tidak memungkinkan lagi. Oleh karena itu, perluasan lahan per- tanian dilaksanakan di luar Pulau Jawa. Pemerintah melakukan kegiatan transmigrasi ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

3. Diversifikasi Pertanian adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbanyak jenis tanaman pada suatu lahan pertanian. Diversifikasi tanaman dilakukan agar pertanian tidak hanya menghasilkan satu jenis tanaman. Contoh diversifikasi pertanian adalah sistem tumpang sari yaitu menanam beberapa jenis tanaman secara bersamaan pada lahan yang sama. Misalnya, menanam secara bersama-sama ubi kayu, ke- delai, dan jagung. Diversifikasi dapat dilakukan di antara dua musim tanam atau pada satu musim secara bersamaan.

4. Rehabilitasi Pertanian adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbarui cara-cara pertanian yang ada atau mengganti tanaman tidak produktif lagi. Upaya-upaya ini misalnya memperbaiki sawah ta- dah hujan menjadi sawah irigasi, mengganti tanamannya sudah tua dengan tanaman baru, dan mengganti tanaman yang tidak mengun- tungkan dengan tanaman yang lebih menguntungkan.

 

b. Perkebunan.

Perkebunan merupakan usaha penanaman lahan dengan tanaman- tanaman keras. Ada dua macam perkebunan, yaitu perkebunan rakyat dan perkebunan besar. Perkebunan rakyat adalah perkebunan yang dikelola oleh rakyat. Perkebunan besar biasanya dikelola oleh pemerintah atau peru- sahaan perkebunan. Perkebunan besar biasanya menanam karet, kelapa, kelapa sawit, dan tebu. Hasil perkebunan ini lebih ditujukan untuk ekspor sehingga dapat menghasilkan devisa bagi negara.

Tanaman perkebunan dapat digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu tanaman musiman dan tanaman tahunan.
1. Contoh tanaman perkebunan musiman atau berumur pendek adalah tebu, tembakau, dan rosela.
2. Contoh anaman perkebunan tahunan atau berumur panjang atau tahunan adalah teh, kopi, cengkeh, lada, karet, kelapa, dan kelapa sawit.
Usaha untuk meningkatkan hasil perkebunan dilakukan dengan cara pembukaan perkebunan baru, pemeliharaan tanaman perkebunan, pem- berian modal, kegiatan penyuluhan lapangan tentang perkebunan atau tanaman tertentu. Salah satu model pengembangan perkebunan adalah Perkebunan Inti Rakyat (PIR).

 

c. Peternakan.

Peternakan adalah usaha memelihara binatang peliharaan yang diambil manfaatnya. Usaha peternakan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu peternakan hewan besar, peternakan hewan kecil, dan peternakan unggas.

1. Contoh peternakan hewan be- sar adalah peternakan sapi, kerbau, dan kuda. Peternakan hewan besar banyak dilakukan di daerah dengan padang rum- put yang luas. Contohnya di Nusa Tenggara Timur.
2. Contoh peternakan hewan kecil adalah peternakan kambing, domba, kelinci, dan babi.
3. Contoh peternakan unggas ada- lah peternakan ayam, itik, entok, dan burung.

Peternakan di Indonesia ada yang dikelola secara kecil-kecilan dan ada juga yang dikelola secara besar-besaran. Peternakan kecil-kecilan di- lakukan di rumah-rumah penduduk, contohnya peternakan ayam, kambing, kerbau, dan kelinci. Peternakan besar-besaran biasanya dilaksanakan oleh pemerintah dan pengusaha swasta.
Usaha peternakan menghasilkan daging, telur, susu, dan kulit. Peme- rintah membantu memajukan usaha peternakan. Upaya pemerintah me- majukan hasil peternakan, antara lain dengan memberikan bantuan bibit unggul, terutama untuk ternak sapi, menyediakan pakan ternak, mendirikan laboratorium penyelidikan penyakit hewan, dan memberikan penyuluhan kepada para peternak. Penyuluhan antara lain berupa penjelasan tentang cara-cara melakukan pembuahan buatan.

d. Perikanan.
Usaha perikanan dibedakan menjadi perikanan darat dan perikanan laut. Mari kita bahas lebih lanjut.

1. Perikanan darat adalah usaha memelihara dan menangkap ikan di per- airan darat. Perikanan darat meliputi perikanan air tawar dan perikanan air payau.
a. Perikanan air tawar diusahakan di sungai, danau, rawa, waduk, atau bendungan di lembah-lembah sungai dan empang, serta sa- wah yang digenangi air selama tanaman padi masih muda.
b. Perikanan air payau diusahakan di tambak-tambak yang terdapat di tepi pantai.

2. Perikanan air laut adalah usaha menangkap ikan di pantai atau di laut dan pembudidayaan ikan laut dalam tambak-tambak. Di Indonesia, usa- ha penangkapan ikan laut banyak dilakukan oleh nelayan tradisional. Lahan perikanan air laut di Indonesia sangat luas. Pada musim ikan hasil tangkapan para nelayan akan berlimpah ruah sehingga harga di pelelangan ikan akan merosot.
Selain ikan, laut juga mengha- silkan mutiara, udang, rumput laut, dan garam. Hasil-hasil itu digunakan untuk memenuhi keperluan pen- duduk dan sebagai bahan ekspor. Ekspor hasil laut Indonesia yang terkenal adalah udang. Produksi udang dilakukan dengan membuat tambak udang.

e. Kehutanan.
Hutan Indonesia sangat luas. Hasil-hasil hutan, antara lain kayu, rotan, damar, dan kemenyan. Selain hasil-hasil tersebut, hutan mem- punyai fungsi penting, yaitu menjaga keseimbangan alam. Pepohonan yang tumbuh di hutan membantu peresapan air ke dalam tanah. De- ngan demikian bisa menghindari terjadinya banjir. Selain itu, hutan menjadi tempat hidup serta ber- kembangnya berbagai satwa. Oleh karena itu, hutan tidak boleh dirusak dan harus diremajakan. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga agar hutan tidak rusak adalah mencegah penebangan liar dan mengadakan reboisasi atau peremajaan hutan.
Pusat pengolahan sumber daya hutan terutama kayu, terdapat hampir di setiap daerah. Pusat pengolahan kayu di Jawa terutama kayu jati terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Daerah penghasil kayu hutan adalah Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

f. Pertambangan.
Indonesia memiliki berbagai macam mineral. Usaha untuk mengolah atau memanfaatkan mineral demi kesejahteran manusia disebut pertam- bangan. Mineral ini berada di dalam perut bumi. Untuk mendapatkannya perlu dilakukan penggalian atau penambangan.

Barang tambang dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Bahan tambang mineral logam. Contohnya adalah timah, bauk- sit, besi, nikel, tembaga, dan emas.
2. Bahan tambang bukan logam. Contohnya adalah keramik, be- lerang, gibs, dan marmer.
3. Bahan tambang sumber energi. Contohnya adalah minyak bu- mi, batubara, dan gas.

Pengolahan minyak bumi dan gas bumi Indonesia dilakukan oleh Pertamina (Perusahaan Tambang Minyak Nasional). Selain itu, di-lakukan oleh usaha patungan Indonesia dan negara Inggris, Amerika, dan Belanda melalui perusahaan Caltex, Stanvac, atau Arco.

Gas bumi terletak di atas minyak karena berat jenisnya lebih ringan. Gas bumi pertama-tama dibor, kemudian diproses untuk menjadi cair. Setelah menjadi cair, bahan ini dikenal dengan nama Liquitied Petroleum Gas (LPG atau dibaca elpiji).

Batubara berasal dari tumbuh-tumbuhan yang membatu dan terjadi dalam jutaan tahun. Persediaan batubara di negara kita sangat besar. Kebanyakan batubara di negara kita termasuk batubara muda. Batubara digunakan untuk bahan bakar dan keperluan industri, seperti:
1. peleburan bijih besi,
2. peleburan nikel,
3. bahan pembuat semen, dan
4. pembangkit tenaga listrik.

Ada dua jenis timah di Indonesia, yaitu timah putih dan timah hitam.
Timah digunakan untuk bermacam-macam keperluan, antara lain:
1. melapisi seng dan logam agar tidak mudah berkarat,
2. pembuatan tube,
3. mematri,
4. kertas timah, dan
5. peluru.

Tembaga telah lama digunakan manusia. Bijih tembaga dilebur terlebih dahulu sebelum diekspor. Tembaga diolah menjadi:
1. peralatan listrik,
2. kuningan, dan
3. Perunggu.

Logam emas merupakan cadangan kekayaan bagi suatu negara. Emas dan perak digunakan untuk membuat:
1. perhiasan seperti kalung dan cincin,
2. uang logam, dan
3. barang-barang barang kerajinan.

g. Perindustrian
Industri adalah usaha atau kegiatan untuk mengubah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi. Bahan mentah berasal dari sumber daya alam. Industri dilakukan untuk meningkatkan mutu atau nilai suatu barang. Usaha industri dapat dilakukan oleh perorangan, kelompok, atau suatu perusahaan, baik pemerintah maupun swasta. Contoh industri adalah pengolahan ikan menjadi ikan kaleng, karet menjadi ban, dan sebagainya.

Industri dikelompokkan menjadi industri rumah tangga, industri kecil, industri sedang, dan industri besar.
Ciri-ciri industri kecil atau rumah tangga, antara lain:
1. dilakukan sebagai usaha sampingan,
2. menggunakan peralatan sederhana,
3. membutuhkan modal kecil, dan
4. memerlukan banyak pekerjaan tangan.

Ciri-ciri industri sedang antara lain:
1. modalnya relatif besar,
2. menggunakan peralatan dan teknologi modern,
3. menggunakan tenaga ahli dan teknisi terampil.

Ciri-ciri industri besar antara lain:
1. modal besar,
2. menggunakan peralatan berteknologi modern,
3. tenaga ahli berketerampilan tinggi,
4. memiliki organisasi kerja dan pembagian tugas yang jelas, dan
5. proses produksi dilakukan siang dan malam hari secara terus-menerus.

h. Perdagangan.
Perdagangan adalah kegiatan yang bertujuan menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Barang-barang yang diperdagangkan merupakan hasil-hasil pertanian, peternakan, perikanan, hutan, dan barang- barang hasil industri. Perdagangan muncul karena kemampuan manusia, daerah, atau negara menyediakan baran kebutuhan terbatas. Akibatnya, terjadi saling ketergantungan.

 

i. Pelayanan jasa pariwisata.

Para pedagang memperoleh keuntungan dari selisih harga ketika melakukan pembelian dan penjual- an. Berdasarkan jumlah barang yang diperjualbelikan, usaha perda- gangan dibedakan menjadi tiga, yaitu perdagangan golongan kecil, sedang, dan besar.
Selain perdangan antar peda- gang dalam satu negara, ada juga perdagangan antar negara. Kegiat- an perdagangan antarnegara di- sebut ekspor-impor. Ekspor adalah usaha mengirim dan menjual ba- rang keluar negeri. Impor adalah usaha memasukkan dan membeli barang dari luar negeri.

Pariwisata adalah kegiatan bepergian dari tempat tinggal ke tempat wisata dengan tujuan rekreasi. Orang yang melakukan pariwisata disebut wisatawan. Ada wisatawan Nusantara atau wisatawan domestik dan wisa- tawan manca negara (luar negeri).
Indonesia memiliki banyak sekali objek wisata. Objek wisata itu bisa berupa pemandangan alam maupun budaya. Objek wisata dapat berupa pemandangan alam dan budaya. Contoh objek wisata alam adalah pegu- nungan, pantai, danau, suaka alam, flora, dan fauna. Contoh objek wisata budaya adalah candi, upacara adat, dan kesenian daerah.

Usaha-usaha dalam bidang jasa pariwisata antara lain sebagai berikut.
1. Pengelola jasa penginapan seperti hotel dan losmen.
2. Industri dan penjualan barang-barang suvenir atau cinderamata.
3. Penyedia jasa pemandu wisata.
4. Penyedia jasa transportasi wisata.

 

3. Usaha ekonomi yang dikelola sendiri dan yang dikelola kelompok.

Usaha-usaha dalam bidang ekonomi ada yang dikelola sendiri, dan ada juga yang dikelola secara berkelompok. Mari kita bahas lebih lanjut.

a. Usaha ekonomi yang dikelola sendiri

Usaha ekonomi yang dikelola perse- orangan atau diusahakan sendiri biasanya modalnya yang terbatas. Contoh-contoh usaha ekonomi yang dikelola perorangan antara lain sebagai berikut.

1. Usaha pertanian.
Kebanyakan usaha dalam bidang per- tanian dilakukan secara perseorangan. Usaha pertanian biasanya dilakukan dengan modal yang terbatas. Seorang petani biasanya mengolah dan meng- garap lahan yang terbatas. Hanya sedikit saja usaha pertanian yang dilakukan secara besar-besaran.

2. Industri kecil.
Industri-industri kecil yang berupa in- dustri rumah tangga biasanya dikelola secara perseorangan. Contoh industri kecil ini adalah usaha kerajinan, misal- nya industri pembuatan mebel seperti meja, kursi, lemari, industri keramik, kerajinan anyaman, tembikar, dan lain- lain.

3. Usaha perdagangan.
Usaha perdagangan yang dikelola seca- ra perseorangan biasanya perdagangan dalam jumlah kecil sampai menengah. Termasuk dalam usaha perdagangan antara lain: usaha membuka toko kecil, membuka warung, penjaja keliling, yang dikelola sendiri, bertani (1), industri pembuatan kompor (2), dan membuka bengkel (3). pedagang kaki lima, pedagang di lapak- lapak pasar, pedagang hasil bumi, dan lain-lain.

4. Usaha jasa.
Banyak usaha jasa yang dikelola secara perorangan. Contoh usaha jasa yang dikelola perorangan adalah: usaha salon, bengkel, foto kopi, tukang cukur, tukang pijit, dan lain-lain.

 

b. Usaha ekonomi yang dikelola kelompok.
Usaha ekonomi yang dikelola secara berkelompok adalah usaha yang dijalankan secara bersama-sama, baik dalam hal modal, pengelolaan, maupun dalam hal bagi hasil. Contoh usaha ekonomi yang dikelola secara bersama-sama, antara lain firma, CV, PT, BUMN, Perusahaan Daerah, dan Koperasi.

1. Firma.
Firma adalah perusahaan yang didirikan oleh sedikitnya dua orang. Biasanya pendiri firma adalah orang-orang yang sudah saling kenal. Setiap anggota firma mempunyai hak untuk bertindak atas nama firma. Risiko tindakan anggota firma ditanggung bersama.

2. CV (Commanditaire Vennotschaap/Persekutuan Komanditer).
CV adalah perusahaan yang didirikan oleh satu orang pengusaha atau lebih dengan modal dari pengusaha itu dan dari beberapa penanam modal. Pengusaha menjadi pimpinan perusahaan dan bertanggung jawab atas kelangsungan hidup perusahaan. Para penanam modal mempercayakan pengelolaan CV kepada pengusaha. Sebuah perusa- haan yang berbentuk CV bisa dikembangkan dari firma. Hal ini terjadi bila sebuah firma ingin mengembangkan usaha dan membutuhkan tambahan modal.

3. PT (Perseroan Terbatas).
PT adalah perusahaan yang modal- nya diperoleh dari penjualan sa- ham. Saham adalah surat berharga sebagai tanda keikutsertaan mena- namkan modal dalam perusahaan. Setiap saham memiliki nilai nomi- nal. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum dalam saham. Saham diperjualbelikan di pasar modal. Pemilik saham akan mendapatkan deviden. Deviden adalah laba peru- sahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham.

4. BUMN (Badan Usaha Milik Negara).
BUMN atau perusahaan negara adalah perusahaan yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara. Ada tiga bentuk perusahaan negara, yaitu:
a. Perusahaan Jawatan (Perjan);
b. Perusahaan Umum (Perum); dan
c. Perusahaan Perseroan (Per- sero).

5. Perusahaan Daerah.
Perusahaan daerah adalah perusahaan yang modalnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Tujuan pendirian perusahaan daerah antara lain sebagai berikut.
a. Turut melaksanakan pembangunan ekonomi daerah dan pemba- ngunan ekonomi nasional.
b. Memenuhi kebutuhan rakyat dan menyediakan lapangan kerja dalam rangka menuju masyarakat adil dan makmur.
Perusahan daerah dipimpin oleh staf direksi yang jumah dan ang- gotanya ditetapkan dalam peraturan pendiriannya. Anggota staf direksi diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Daerah atas persetujuan DPRD.

6. Koperasi
Koperasi adalah usaha bersama dalam bidang ekonomi. Kerjasama dalam koperasi berdasarkan prin- sip saling membutuhkan dan ke- samaan kebutuhan anggotanya. Di Indonesia ada lima bentuk kope- rasi, yaitu Koperasi Konsumsi, Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Produksi, Koperasi Jasa, dan Koperasi Serba Usaha.
a. Koperasi Konsumsi adalah koperasi yang menjalankan usaha penyediaan berbagai barang untuk memenuhi ke- butuhan sehari-hari, seperti beras, gula, sabun, minyak goreng, perkakas rumah tangga dan barang-barang elektronik. Tujuannya pembentukan koperasi konsumsi adalah memenuhi kebutuhan anggotanya akan barang- barang konsumsi dengan harga dan mutu yang layak.
b. Koperasi Simpan Pinjam atau Koperasi Kredit adalah koperasi koperasi yang bergerak dalam usaha simpanpinjam. Koperasi ini menerima simpanan dari anggota. Uang yang terkumpul disalurkan kepada anggota dalam bentuk pinjaman. Contoh Koperasi Sim- pan Pinjam adalah KUD, Bukopin, dan Bank Koperasi Pasar.
c. Koperasi Produksi adalah koperasi yang bergerak dalam bidang produksi barang-barang. Produksi barang-barang tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. Contoh Koperasi Produksi antara lain koperasi peternakan sapi, koperasi pengusaha tahu dan tempe, koperasi pengusaha batik, dan kope- rasi pertanian.
d. Koperasi Jasa adalah koperasi yang bergerak di bidang penyediaan jasa tertentu bagi para anggotanya maupun masyarakat umum. Contoh koperasi jasa adalah: koperasi angkutan, koperasi jasa au- dit, koperasi perumahan, koperasi asuransi, dan koperasi peng- urusan dokumen. Contoh Koperasi Jasa yang terkenal di Jakarta adalah Kopaja. Kopaja menyediakan jasa angkutan bagi warga ibu kota.
e. Koperasi serba usaha adalah koperasi yang menjalankan ber- macam-macam usaha, seperti menyediakan barang kebutuhan se- hari-hari, melayani simpan pinjam, melakukan usaha produksi, dan lain-lain.

 
d. Menghargai kegiatan ekonomi orang lain.

 

Untuk memenuhi kebutuhan hidup orang bekerja. Ada bermacam- macam usaha yang dilakukan manusia. Ada yang menjadi petani, nelayan, karyawan pabrik, pegawai negeri, pedagang, pengusaha, guru, polisi, jaksa, artis, tukang, dan lain-lain. Coba kamu sebutkan pekerjaan apa saja yang dilakukan oleh warga di sekitar tempat tinggalmu!

Pekerjaan atau usaha setiap orang dalam memenuhi kebutuhan hidup harus kita hargai. Bagaimana kita menghargai pekerjaan orang lain? Menghargai kegiatan atau usaha orang lain dapat kita lakukan dengan cara sebagai berikut.
1. Tidak menghina orang karena pekerjaannya. Misalnya, kita tidak boleh menghina seorang pemulung. Mengapa? Karena semua pekerjaan halal adalah pekerjaan yang mulia. Oleh karena itu kita harus menghargai pekerjaan setiap orang.
2. Tidak menggangu usaha orang lain.
3. Tidak iri terhadap keberhasilan usaha orang lain. Orang lain yang ber- hasil patut kita teladani.
4. Melakukan persaingan yang sehat dalam melakukan usaha yang sama. Misalnya, tidak boleh merusak harga untuk menarik pelanggan.
5. Jika sudah berhasil, kita sebaiknya membantu usaha orang lain.

 

C. Kegiatan Ekonomi di Indonesia.

Kamu sudah mengenal macam-macam usaha. Apa saja usaha atau kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia? Kita akan membahas macam- macam kegiatan ekonomi di Indonesia dalam bagian ini. Namun, sebelum itu, kita pelajari terlebih dahulu pengelompokan kegiatan ekonomi.

1. Pengelompokan kegiatan ekonomi
Berbagai macam jenis kegiatan ekonomi yang telah kita bicarakan di atas, dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu kegiatan produksi, kegiatan konsumsi, dan kegiatan distribusi.

1. Kegiatan produksi.

Apa kegiatan produksi itu? Perhatikan contoh-contoh berikut! Pak Manto seorang petani ka- ret. Mula-mula ia menyiapkan la- han untuk ditanami batang karet. Ketika pohon karet mulai tumbuh, ia merawat tanaman karetnya dengan menyiangi, memupuk, dan membasmi hama. Setelah sekitar tiga tahun, pohon karet siap dipetik hasilnya. Setiap pagi Pak Manto pergi ke kebunannya untuk menya- dap getah karet. Getah karet itu dikumpulkan. Akhirnya diperoleh getah karet mentah. Semua kegiat- an yang dilakukan Pak Manto itu disebut kegiatan menghasilkan barang-barang hasil perkebunan.

Setiap hari Bu Warsi menjahit baju dan celana. Baju dan celana itu ia jual ke pedagang. Kegiatan Ibu Warsi menghasilkan baju atau celana itu disebut kegiatan meng- hasilkan barang-barang konfeksi. Sementara baju atau celana hasil jahitannya disebut hasil produksi konfeksi.
Pak Rojak dan teman-temannya adalah nelayan. Mereka melaut, menjala ikan, menjemur ikan, dan mengasinkan ikan. Kegiatan mere- ka disebut kegiatan menghasilkan barang-barang hasil perikanan. Hasilnya, disebut hasil produksi nelayan.

Kita dapat mengatakan kegiatan Pak Manto, Ibu Warsi, dan Pak Rojak merupakan kegiatan produk- si. Mereka menghasilkan suatu barang. Jadi, produksi adalah se- mua kegiatan yang dapat mengha- silkan barang atau pun jasa. Sedangkan orang atau sekelompok orang yang menghasilkan barang/ jasa disebut produsen.

2. Kegiatan Konsumsi.

Kegiatanmu membeli makanan dan minuman di kantin sekolah meru- pakan kegiatan konsumsi. Demikian juga, ketika kamu memakai baju, sepatu, tas, jam tangan, kaus kaki, dan peralatan sekolah lainnya. Jadi, kegiatan konsumsi adalah kegiatan manusia memakai barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Orang yang memakai atau me- nikmati barang dan jasa disebut konsumen. Konsumen usaha trans- portasi, adalah penumpang. Usaha pariwisata konsumennya adalah para wisatawan. Coba kamu sebutkan siapa saja konsumen usaha- usaha ekonomi yang ada di sekelilingmu!

3. Kegiatan distribusi
Setiap hari kamu makan nasi, sayur dan lauk-pauk. Kita tahu bahan- bahan makanan itu tidak dihasilkan di kota besar, seperti Jakarta. Bahan-bahan itu dihasilkan di daerah lain. Beras yang kita makan sehari-hari mungkin berasal dari petani di Sukabumi, Karawang, dan  Jawa Tengah. Daging sapi mungkin berasal dari para peternak di Sumba. Barang-barang itu harus disampai- kan kepada konsumen di kota agar lebi berguna.
Karena lokasi produsen dan kon- sumen berbeda, maka perlu adanya kegiatan membawa, menyebarluas- kan, atau menyalurkan barang hasil produksi. Kegiatan itu disebut distri- busi. Jadi, distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Orang atau badan yang menjalankan kegiatan distri- busi disebut distributor.
 

2. Berbagai kegiatan ekonomi di Indonesia
Kamu sudah tahu bahwa kegiatan ekonomi dapat digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Berikut ini kamu akan melihat bagaimana ketiga hal itu dilakukan di Indonesia.
Produksi pertanian dihasilkan di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Hasil-hasil bumi digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau dikonsumsi di dalam negeri. Sebagian lagi diekspor. Ekspor hasil pertanian menghasilkan devisa negara. Demikian pula dengan hasil perkebunan. Hasil perkebunan yang diekspor antara lain sebagai berikut.
1. Teh : Pematang Siantar, Ciamis, Sukabumi, Bandung Selatan, Dieng, dan Garut.
2. Karet : Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.  
3. Tembakau : Deli (Sumut), Temangung (Jateng), dan Besuki (Jatim).
4. Kopi : Sumatera, Jawa, Bali, Lampung, dan Sulawesi.
5. Lada : Lampung, Riau, Bangka, dan Kalimantan Barat.
6. Cengkeh : Sulawesi, Sumatera, Ambon, Seram, dan Minahasa.
7. Kelapa sawit : Sumatera dan Kalimantan.

Produksi peternakan di Indonesia terutama dihasilkan di Nusa Teng- gara, Sumatera, dan Jawa. Berikut ini daerah pembudidayaan ternak.
1. Sapi : Bali, Jawa, dan Madura.
2. Kerbau : Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.
3. Kuda : Sumbawa, Jawa, dan Sumatera Utara.

Berikut ini daerah-daerah penghasil kekayaan laut.
1. Garam : Jawa Tengah, Jawa Barat, Madura, dan Jawa Timur.
2. Ikan : seluruh pantai Indonesia seperti di Bagan Siapiapi Sumatera Utara, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Arafura.
3. Mutiara : Maluku, Lombok Barat, NTB, Pulau Sebuku Lampung.
4. Taman Laut : Banda, Bunaken di Sulawesi Utara.

Berikut ini daerah-daerah penghasil dan pusat pengolahan bahan tambang.
1. Minyak bumi: Pangkalan Brandan (Sumut), Dumai (Riau), Plaju (Sumsel), Balongan (Jabar), Cilacap (Jateng), Cepu (Jatim), Bontang (Kaltim), dan Sorong (Papua).
2. Gas alam : Arun (NAD) dan (Bontang Kaltim).
3. Timah putih : Pulau Belitung, Bangka, Singkep, dan Karimun.
4. Timah hitam : Kalimantan Timur dan Cirebon (Jawa Barat).
5. Batu bara : Bukit Asam (Sumsel), Umbilin (Sumbar), Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.
6. Tembaga : Jambi, Jawa Barat, Sulawesi.

Barang-barang yang dihasilkan harus didistribusikan. Pendistribusian- nya menggunakan angkutan sederhana maupun angkutan modern. Contoh alat angkutan sederhana adalah gerobak dan perahu sampan. Contoh alat angkutan modern adalah truk, kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang.

3. Mengunjungi salah satu tempat usaha.
Di sekitar tempat tinggalmu tentu ada kegiatan industri yang meng- hasilkan barang-barang yand dibutuhkan masyarakat. Ada bermacam- macam industri. Ada industri kecil, sedang, dan besar. Untuk menambah pengetahuan kalian tentang kegiatan produksi, kunjungilah salah satu tempat kegiatan produksi yang ada di lingkungan tempat tinggalmu! Lakukanlah kegiatan sesuai petunjuk Kegiatan 3 berikut.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup, manusia harus bekerja. Ada bermacam-macam pekerjaan, misalnya bertani, menangkap ikan, sopir, guru, menjual makanan, menjadi pengacara, dan lain-lain. Semua ke- giatan yang dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup ini disebut kegiatan ekonomi.

Ada tiga bentuk kegiatan ekonomi, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang atau jasa. Distrisbusi adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke pemakai atau konsumen. Sedangkan konsumsi adalah kegiatan memanfaatkan barang dan jasa.

Rangkuman :

  • Untuk mencukupi kebutuhan hidup, manusia harus bekerja. Ada bermacam-macam pekerjaan, misalnya bertani, menangkap ikan, sopir, guru, menjual makanan, menjadi pengacara, dan lain-lain. Semua ke- giatan yang dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup ini disebut kegiatan ekonomi.
  • Ada tiga bentuk kegiatan ekonomi, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang atau jasa. Distrisbusi adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke pemakai atau konsumen. Sedangkan konsumsi adalah kegiatan memanfaatkan barang dan jasa.
  • Tanah air kita sangat luas dan kaya. Banyak potensi alam untuk membuka usaha. Ada bermacam-macam bidang usaha, antara lain dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutan- an, pertambangan, perindustrian, perdagangan, dan pariwisata.
  • Usaha pertanian menghasilkan padi, jagung, kedelai, ubi, dan sayur- sayuran dan hasil tanaman perkebunan. Hasil usaha pertanian dapat ditingkatkan dengan cara intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, dan rehabilitasi. Tanaman perkebunan dibedakan menjadi dua, yaitu tanam- an perkebunan musiman dan tahunan.
  • Usaha peternakan dibedakan menjadi tiga, yaitu peternakan hewan besar, hewan kecil, dan unggas. Usaha peternakan banyak dilakukan di Nusa Tenggara, Jawa, dan Sumatera. Usaha perikanan dibedakan menjadi dua, yaitu perikanan darat dan perikanan air laut.
    Hutan menghasilkan berbagai jenis kayu dan rotan. Usaha-usaha yang memanfaatkan hasil hutan antara lain usaha pengolahan kayu, usaha pembuatan mebel, dan usaha kerajinan rotan.
  • Ada tiga jenis hasil pertambangan yaitu bahan tambang mineral logam, mineral bukan logam, dan sumber energi. Hasil-hasil tambang bisa diolah lebih lanjut untuk berbagai keperluan manusia.
  • Negara kita juga memiliki banyak objek wisata. Usaha dalam bidang pariswisata antara lain perhotelan dan jasa perjalanan wisata.
This entry was posted in Tak Berkategori by . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *