Pribadi dan Lingkungan – SD Kelas 5 – Agama Katolik

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti.

Sumber : Buku Sekolah Elektronik Dik Nas Kurikulum 2013 Revisi 2017.

Bab 1 Pribadi dan Lingkunganku.

Sebagai anak kelas V SD yang tumbuh dan berkembang, di usia sekitar 11-12 tahun, kita mengalami pertumbuhan serta perkembangan yang pesat. Dalam segi jasmani, tubuh kita terasa makin besar dan makin tinggi. Demikian pula dalam kehidupan rohani kita mengalami perkembangan akal dan budi, yang meliputi bakat, kecerdasan, dan perasaan.

Pada usia ini, seharusnya kita mampu mengenal dan menemukan jati diri. Hal itu bisa dialami, apabila kita mampu menerima diri sebagai perempuan atau laki- laki. Selain itu, untuk menjadi pribadi yang baik, kita harus mampu mengarahkan diri dalam suasana kerja sama, saling menghargai, dan saling melengkapi seturut kehendak Allah, Sang Pencipta.

Kita harus menyadari bahwa Allah menciptakan kita sebagai citra-Nya. Laki-laki dan perempuan sama-sama dipanggil Allah untuk berkembang. Perkembangan tersebut akan kita alami, dalam kerja sama yang saling melengkapi. Hal ini mencerminkan sikap saling menghormati dan saling menghargai, di dalam kesederajatan dan kesepadanan.

Bab 1 “Pribadi dan Lingkunganku” ini dijabarkan ke dalam empat pokok bahasan, yaitu:
A. Perempuan dan Laki-Laki Diciptakan sebagai Citra Allah,
B. Perempuan dan Laki-Laki Dipanggil untuk Berkembang,
C. Perempuan dan Laki-Laki Saling Melengkapi,
D. Perempuan dan Laki-Laki Sederajat.

Pokok-pokok bahasan ini diharapkan dapat membantu untuk makin menyadari bahwa kita semua, perempuan atau laki-laki, dipanggil Allah untuk berkembang. Kita dituntut untuk mampu bekerja sama, saling menghargai, dan saling melengkapi.

Perempuan dan Laki-laki Diciptakan sebagai Citra Allah.

Doa :
Allah, Bapa yang Mahabaik,
Engkau telah menciptakan kami perempuan dan laki-laki yang memiliki ciri berbeda satu sama lain.
Hari ini kami akan belajar tentang jati diri kami Sebagai perempuan dan laki-laki dalam terang iman.
Bantulah kami supaya dapat menemukan diri
dan berkembang bersama sesuai dengan rencana-Mu sendiri. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

Di dalam masyarakat terdapat banyak pandangan yang berbeda-beda mengenai manusia, laki-laki dan perempuan. Jika kita baca secara cermat atau kita dengarkan dengan penuh perhatian, penggalan kisah berikut ini pun mencerminkan pandangan dan perlakuan masyarakat terhadap manusia laki-laki dan perempuan. Marilah kita cermati kisah berikut:

Bacaan : Hadiah dari Ibu.

Edo adalah anak laki-laki dari Ibu Elisabeth dan Bapak Donatus. Edo kini berusia 9 tahun. Sejak kecil, jika Edo berulangtahun, ayah dan ibunya selalu memberi hadiah mainan atau keperluan sekolah.
Hadiah mainan untuk Edo, di antaranya mobil- mobilan, pistol-pistolan, robot, pedang mainan, dan sepeda berwarna merah.

Edo mempunyai adik perempuan bernama Elda. Beberapa hari yang lalu, Elda berulang tahun yang ke- tiga. Sebagaimana ayah ibunya selalu memberikan hadiah kepada Edo, mereka juga memberi hadiah istimewa kepada Elda adiknya. Ayah dan Ibu, menghadiahkan sebuah boneka yang cantik, berambut pirang, berpita ungu dan berbaju bunga-bunga berwarna merah jambu. Boneka untuk Elda juga bisa berkedip dan menyanyi jika disentuh.

Setelah bermain bersama, Elda nampak lelah dan tertidur. Edo merapikan dan menyimpan mainan mereka ke tempatnya masing-masing. Ketika hendak menyimpan boneka Elda, Edo menimang boneka itu sambil menyanyikan lagu “Nina Bobo”. Edo membelai rambut boneka itu dan terus menimangnya.
Ketika melihat Edo melakukan hal itu, Ibu menegur Edo dan meminta Edo untuk tidak melakukannya lagi.
Edo pun berhenti menimang boneka itu, kemudian menempatkan boneka milik Elda pada tempatnya.***
(sumber: Marianus Didi Kasmudi, SFK)

Jawablah pertanyaan- pertanyaan di bawah ini!

Jika gurumu memberi kesempatan, sampaikanlah pertanyaan atau tanggapan kepada gurumu.
a. Apakah kamu pernah mendapat hadiah? Ceritakan secara singkat!
b. Apakah perbedaan hadiahyang kamu terimasebagai anak laki-laki dan perempuan?
c. Ajaran apa yang terkandung dalam cerita di atas?
d. Mengapa Ibu melarang Edo bermain boneka?
e. Mainan apa saja yang biasanya diberikan oleh orang tua untuk anak laki-laki dan anak perempuan?

f. Apa perbedaan bentuk permainan untuk anak laki-laki dan anak perempuan yang ada di lingkungan masyarakatmu?
g. Tuliskanlah pengalamanmu sendiri yang menunjukkan perbedaan sikap orang tua atau masyarakat terhadap anak laki-laki dan perempuan!
h. Apakah perbedaan bentuk permainan antara laki-laki dan perempuan tersebut masih berlaku pada saat ini?

2. Laki-laki dan Perempuan memiliki Perbedaan Untuk Saling Melengkapi.

Jika dicermati, kita akan semakin mengetahui bahwa laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan, baik secara fisik atau jasmani, maupun perbedaan psikis atau kejiwaan. Kita akan mencoba mengisi tabel di bawah ini, sehingga kita semakin menyadari perbedaan laki-laki dan perempuan.

a. Tuliskan perbedaan fisik antara laki-laki dan perempuan.
– Anak laki-laki tumbuh Jakun, perempuan tidak.
– Anak laki-laki tidak tumbuh payudara, anak perempuan tumbuh.
– Anak laki-laki badan lebih kuat dari anak perempuan.
– Anak laki-laki suara menjadi lebih besar dan berat.
– Anak laki-laki umumnya lebih tinggi dari anak perempuan.

b. Tuliskan perbedaan kejiwaan antara laki-laki dan perempuan!
– anak perempuan lebih perasa daripada anak laki-laki.
– anak perempuan lebih halus perasaannya.
– anak perempuan lebih teliti.
– anak perempuan lebih terbawa perasaannya (menangis) daripada anak laki-laki.

c. Tuliskan perbedaan kodrati atau perbedaan yang tidak dapat diubah, antara laki- laki dan perempuan!
– Perempuan menjadi seorang ibu dan melahirkan anak, laki-laki tidak bisa.
– Laki-laki karena lebih kuat harus bekerja keras dan mencukupi keluarganya.

d. Sebagai citra Allah, sikap-sikap apa yang harus dikembangkan oleh perempuan dan laki-laki?
– Menunjukan citra Allah yang baik, saling menolong.
– Laki-laki dan perempuan tidak boleh mempertentangkan perbedaannya tetapi harus saling melengkapi.

Setelah kita melengkapi tabel-tabel di atas, kita pun semakin menyadari bahwa pada umumnya perbedaan antara laki-laki dan perempuan lebih didasarkan pada pandangan serta perlakuan masyarakat terhadap laki- laki dan perempuan. Misalnya saja, pada zaman dahulu perempuan umumnya berambut panjang, sedangkan laki- laki berambut pendek. Hal itu menunjukkan perbedaan laki-laki dan perempuan yang didasarkan pada kebiasaan, adat atau budaya semata. Pada zaman sekarang, banyak kaum perempuan yang memotong pendek rambutnya. Sebaliknya, kaum laki-laki memelihara rambutnya hingga panjang. Hal lain yang terjadi, misalnya memakai anting- anting, profesi, dan pakaian.

Dalam hal ini, kita menyadari bahwa laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan yang kodrati, yaitu perbedaan yang tidak bisa diubah. Misalnya, laki-laki tidak mungkin mengandung dan melahirkan anak. Kodrat artinya pemberian Tuhan tidak tergantikan oleh yang lain.

Penjelasan :
a. Laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan secara jasmaniah. Misalnya perbedaan suara, perbedaan bentuk badan, perbedaan rambut, perbedaan kelamin, dan perbedaan lain.
b. Selain itu, laki-laki dan perempuan berbeda secara kejiwaan atau sifat-sifat dasarnya. Perbedaan kejiwaan laki-laki dan perempuan adalah perbedaan emosi atau perasaan hati, perbedaan cara berpikir, serta perbedaan tugas atau peran. Misalnya: Perempuan memiliki perasaan yang lebih halus dibandingkan dengan perasaan laki-laki; Perempuan memiliki pola berpikir per bagian tidak utuh, sedangkan laki-laki berpikir secara lebih luas; Perempuan memiliki peran sebagai “yang merawat, memelihara, dan mengolah”, sedangkan laki-laki memiliki peran sebagai “yang mencari dan membuat.”
c. Pada umumnya laki-laki dan perempuan dibedakan secara jasmaniah dan kejiwaan. Tetapi ada perbedaan kodrati atau perbedaan yang mendasar yang dikehendaki Tuhan, yaitu bahwa hanya perempuan yang bisa mengandung, melahirkan, dan menyusui anak-anaknya. Namun tanpa laki-laki, perempuan pun tidak mungkin memiliki kemampuan untuk itu. Di dalam hal ini, perbedaan kodrati laki-laki dan perempuan, saling melengkapi dan menyempurnakan.
d. Berdasarkan nilai-nilai Kristiani, baik laki-laki maupun perempuan perlu mengembangkan sikap keibuan, sikap merawat, menyukai keindahan, kreatif, bekerja keras, kebapakan, penuh tanggungjawab, dan melindungi.

3. Membaca Cerita Kitab Suci.

Di dalam Kitab Suci terdapat juga cerita tentang penciptaan manusia pertama. Marilah kita baca perikop kitab suci berikut secara cermat.

Tuhan Menciptakan Laki-laki dan Perempuan
(Bdk. Kej 1: 26-28)
26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 27Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28Allah memberkati mereka, lalu berfirman kepada mereka: “Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Untuk mendalami isi atau pesan Kitab Suci di atas, diskusikan bersama teman-temanmu. Hal itu akan semakin memperkaya pengetahuanmu. Di dalam kelompok, diskusikan juga pertanyaan-pertanyaan berikut:
a. Menurut ayat 27 itu, bagaimana Allah menciptakan manusia?
b. Mengapa Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya?
c. Dapatkah laki-laki dan perempuan hidup sendiri-sendiri? Mengapa?
d. Dalam hal apa, manusia laki-laki dan perempuan dapat bekerjasama untuk menguasai dan melestarikan alam?

Kesimpulan :
Tuhan menciptakan manusia laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa Allah. Keduanya memiliki derajat yang sama. Laki-laki dan perempuan bertugas membantu Tuhan untuk melahirkan manusia baru, menguasai bumi dan melestarikan alam lingkungannya. Mereka menaklukkan alam dengan bekerja, mengolah, dan memelihara alam supaya membahagiakan pribadi, keluarga, dan masyarakat.
Dalam hal ini, laki-laki dan perempuan tidak dapat hidup sendiri-sendiri, melainkan bekerja sama dan saling melengkapi, sehingga dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan rencana Allah. Kita harus bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakan kita sebagai perempuan atau laki-laki.

Evaluasi :
a. Sebutkanlah ciri-ciri fisik laki-laki dan perempuan!
b. Jelaskan bagaimana Tuhan menciptakan manusia!
c. Apa tugas manusia yang diberikan Allah?
d. Tuliskan sikap-sikap yang harus dimiliki sebagai laki-laki atau perempuan!
e. Bertanyalah kepada orang tua mengenai suka dan duka mereka sebagai ayah dan ibu di rumah!
f. Susunlah sebuah doa syukur kepada Allah sebagai Pencipta!

Doa.
Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang telah menciptakan kita sebagai manusia laki-laki dan perempuan, mazmur 8:2-10 berikut baik untuk kita daraskan!
Refrein  :Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!
Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

Laki-laki  : Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

Perempuan : Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:

Laki-laki : apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

Perempuan : Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

Laki-laki : Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kau letakkan di bawah kakinya:

Perempuan : kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;

Laki-laki : burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.

Perempuan : Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!
(Kembali ke Refrein).

 

B. Perempuan dan Laki-laki Dipanggil untuk Berkembang.

Selain asupan makanan dan usaha pribadi, pertumbuhan dan perkembangan juga terjadi melalui pendampingan dan bantuan dari orang-orang di sekitar kita, misalnya orang tua, saudara, guru, dan masyarakat di sekitar kita.

Doa : 
Allah Bapa kami yang Mahabaik,
Engkau menciptakan kami,
dan menghendaki agar kami berkembang.
Bantulah kami dalam pelajaran ini,
agar kami menyadari kehendak dan rencana-Mu atas diri kami.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

1.Berkembang sebagai Perempuan atau Laki-laki.

Adik pasti melihat seorang bayi, setelah itu menjadi besar, sekolah TK dan akhirnya Sekolah SD;  jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
– Mengapa ada anak yang masih kecil, remaja, dan orang dewasa?

Tanpa kita sadari, seiring waktu kita terus tumbuh dan berkembang, itulah sebabnya kita semakin tinggi dan badan kita pun bertambah berat. Kita melihat di sekitar kita terdapat anak yang lebih kecil, yang seusia, dan banyak yang lebih besar atau lebih dewasa dari kita.
Ketika kita semakin bertumbuh, kita dapat membimbing, menuntun bahkan menggendong anak yang lebih kecil. Hal itu dapat kita lakukan, karena badan kita lebih besar, tenaga kita pun semakin kuat. Itulah sebabnya, kita harus menyadari bahwa kita mengalami pertumbuhan dan perkembangan, baik secara jasmani maupun secara jiwani.

2. Arti Pertumbuhan dan Perkembangan.
Supaya kamu mengerti pertumbuhan dan perkembangan, coba kamu jawab pertanyaan- pertanyaan di bawah ini, secara pribadi atau berkelompok.
a. Jelaskanlah arti pertumbuhan dan perkembangan!
b. Buatlah daftar pertumbuhan dan perkembangan yang dialami perempuan dan laki-laki!
c. Apa yang membuat kamu bisa bertumbuh dan berkembang?
d. Siapakah orang-orang yang dapat membantumu, sehingga kamu dapat tumbuh dan berkembang?

Pertumbuhan dan perkembangan adalah proses peningkatan semua potensi manusia, baik fisik maupun psikis. Pertumbuhan dan perkembangan meliputi keseluruhan bagian fisik manusia, tetapi juga kemampuan non fisik, seperti bakat, kecerdasan, keterampilan, perasaan, dan kemampuan budi lainnya. Pertumbuhan dan perkembangan terjadi karena makanan, minuman, olah raga, dan latihan fisik lainnya. Di samping itu, perkembangan terjadi melalui pengalaman, pembelajaran, pelatihan, dan usaha lainnya.
Selain makanan dan minuman, pertumbuhan dan perkembangan juga terjadi melalui pendampingan dan bantuan dari orang-orang di sekitar kita, misalnya orang tua, saudara, guru, dan masyarakat.

Baca dan simaklah “Perumpamaan Tentang Talenta”berikut ini!

Perumpamaan Tentang Talenta.
(Bdk. Matius 25: 14-30).

Ada seorang tuan yang mau mengadakan perjalanan jauh ke luar negeri. Sebelum berangkat, ia memanggil hamba-hambanya dan memberikan uang kepada mereka masing-masing. Kepada orang pertama ia memberikan lima talenta. Orang yang kedua diberikannya dua talenta, dan yang seorang lagi diberikannya satu talenta. Semuanya diberikan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Setelah itu, pergilah tuan itu ke luar negeri.

Sesudah menerima uang itu, maka pulanglah hamba-hamba itu ke rumahnya masing-masing. Hamba yang menerima lima talenta langsung menjalankan uang itu dan mendapat laba lima talenta. Hal yang sama dibuat juga oleh hamba yang menerima dua talenta, sehingga ia memperoleh laba dua talenta lagi. Tetapi hamba yang menerima satu talenta menyembunyikan uang itu di dalam tanah.
Lama sesudah itu, pulanglah tuan itu dari luar negeri. Ia memanggil hamba- hambanya untuk mengadakan perhitungan dengan mereka. Maka datanglah hamba pertama yang menerima lima talenta. Ia menyerahkan kembali uang kepada tuannya sambil berkata: “Tuan, ini uang lima talenta yang Tuan percayakan kepadaku; lihat aku telah beroleh laba lima talenta.” Kata tuannya: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, maka aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”
Sesudah itu datanglah hamba kedua yang menerima dua talenta. Ia berkata kepada tuan itu: “Tuan, ini uang dua talenta yang Tuan percayakan kepada saya; lihat aku telah beroleh laba dua talenta.” Kata tuannya: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”
Yang terakhir, datang hamba ketiga yang menerima satu talenta. Dengan takut-takut ia berkata kepada tuannya: “Tuan, aku tahu bahwa Tuan adalah manusia yang kejam, yang menuai di mana Tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana Tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta Tuan itu di dalam tanah, ini kepunyaan Tuan.”

Maka marahlah Tuan itu: “Hai kamu hamba yang jahat dan malas. Jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudah seharusnya uangku itu kau berikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembalinya aku, aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan buanglah dia hamba yang tidak berguna itu ke dalam tempat yang gelap dan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi!”

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
a. Siapakah yang dimaksudkan dengan Tuan dalam cerita tadi?
b. Apa yang dibuat oleh hamba yang menerima lima talenta dan dua talenta dari Tuannya tadi?
c. Apa yang dimaksud dengan membungakan talenta?
d. Apa yang dialami oleh hamba yang menerima satu talenta?
e. Mengapa ia dibuang ke tempat yang gelap?
f. Apa yang dapat kita petik dari cerita di atas?
g. Apakah bakat atau kemampuan yang kamu miliki?
h. Apa yang seharusnya kamu lakukan dengan bakat dan kemampuanmu?
i. Buatlah gambar atau kata-kata untuk menggambarkan keadaanmu kelak sebagaimana yang kamu cita-citakan!

Rangkuman :
Tuhan telah memberikan kepada kita talenta berupa bakat dan kemampuan. Setiap orang memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda-beda agar dapat digunakan atau berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat dan setiap bakat/kemampuan perlu dikembangkan dengan maksimal.
Kita mengenal nama-nama orang yang berhasil dalam mengembangkan bakat atau talentanya. Misalnya Boas Salosa, Ferdinand Sinaga, dan Evan Dimas sebagai pemain nasional Sepak Bola Indonesia, Lillyana Natsir sebagai atlet putri bulu tangkis Indonesia, dan lain-lain.

Mari kita mengingat sejenak mengenai perkembangan yang kita alami, dengan menjawab pertanyaan berikut:
1) Bakat dan kemampuan apa saja yang telah berkembang dalam diriku?
2) Apakah aku sudah berusaha secara sungguh-sungguh dalam mengembangkan diri?
3) Sikap dan niat apakah yang harus aku miliki agar bisa mengembangkan bakat dan kemampuan secara lebih baik?

Untuk Diingat :
Tuhan telah memberikan bakat dan kemampuan kepada kita masing-masing. Kita memiliki tanggung jawab untuk dapat mengembangkannya. Kesungguhan dalam mengembangkan bakat atau kemampuan, akan berguna bagi diri sendiri, sesama, dan memuliakan nama Tuhan yang mengaruniakannya.

Doa :
Allah, Bapa yang Mahabaik,
kami telah menyadari bahwa Engkau telah memberikan bakat dan kemampuan kepada kami masing-masing.
Bantulah kami supaya kami berusaha Mengembangkan bakat dan kemampuan itu, supaya berguna bagi kami sendiri,
keluarga, dan masyarakat.
Semuanya ini kami mohon kepada-Mu, dengan perantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

 

C. Perempuan dan Laki-laki saling Melengkapi.

Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan. Keduanya diciptakan berbeda, tetapi perbedaan ini adalah perbedaan saling melengkapi atau perbedaan yang terarah satu sama lain.

Doa :
Allah Bapa yang Mahapenyayang,
hari ini kami akan melihat dan menyadari diri kami sebagai laki-laki dan perempuan. Engkaulah yang menciptakan kami sebagai laki-laki dan perempuan.
Ajarilah kami untuk saling menghargai sebagai teman dan saling membantu satu sama lain.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

a. Dunia ini diciptakan Tuhan dengan sangat baik dan mengagumkan.
b. Laki-laki dan perempuan diciptakan Tuhan untuk saling melengkapi.
c. Jika di dunia ini hanya ada laki-laki atau perempuan saja, maka rencana Tuhan yang indah tidak akan terpenuhi.
d. Laki-laki dan perempuan harus bekerja sama untuk saling melengkapi dan menyempurnakan.

Di dalam masyarakat, kita dapat melihat laki-laki dan perempuan dengan bermacam- macam tugas atau pekerjaan. Tugas serta pekerjaan kaum laki-laki dan perempuan, sangat dipengaruhi oleh keadaan fisik. Oleh karena kondisi fisiknya, laki-laki cenderung memilih pekerjaan dan peranan yang agak keras dan membutuhkan tenaga. Sebaliknya, perempuan, sesuai dengan fisiknya yang halus, lembut, dan lemah gemulai, sering memilih jenis pekerjaan yang lebih halus.
Dengan perkembangan zaman dan kesetaraan laki-laki dan perempuan (gender), maka ada pekerjaan dan peranan yang disukai oleh laki-laki dan juga disukai oleh perempuan. Misalnya: perempuan menjadi sopir bus maupun truk, tukang batu, dan bangunan. Demikian pula, laki-laki menjadi perawat, juru masak, mencuci pakaian, dan mengasuh bayi.

Bacalah kisah penciptaan manusia pertama berikut ini:

Manusia dan Taman Eden.
(Bdk. Kejadian  2: 8-24).

Setelah menciptakan manusia pertama, Tuhan menciptakan sebuah taman di Eden. Tuhan menumbuhkan banyak pohon yang dapat dimakan buahnya. Dan di tengah taman tumbuhlah sebatang pohon yang menarik dan indah, yang dinamakan pohon kehidupan yang memiliki pengetahuan baik dan jahat.
Taman itu dialiri empat sungai yang besar untuk membasahi seluruh taman itu. Yang pertama bernama Sungai Pison, kedua Sungai Gihon, ketiga Sungai Tigris, dan keempat Sungai Efrat.
Lalu Tuhan menempatkan manusia yang pertama di taman itu. Oleh Tuhan, ia diberi tugas untuk menguasai dan memelihara taman itu.
Namun kemudian Tuhan berpikir bahwa tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Lalu Tuhan membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Ia membawa semuanya itu kepada manusia, tetapi semuanya tidak sepadan dengan manusia itu. Manusia itu tetap merasa diri sunyi dan tidak memiliki teman untuk berbicara dan bertukar pikiran.
Lalu Tuhan membuat manusia itu tidur nyenyak. Sementara ia tidur nyenyak, Tuhan mengambil salah satu tulang rusuknya kemudian menutupnya kembali dengan daging sehingga tidak berlubang. Dari tulang rusuk itulah, Tuhan membuat seorang perempuan yang cantik jelita.
Setelah manusia itu bangun tidur, Tuhan membawa kepadanya perempuan itu. Melihat perempuan yang cantik itu, berkatalah manusia: “Inilah dia tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.”

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Sebutkan tokoh-tokoh di dalam cerita Kitab Suci tentang kisah penciptaan manusia pertama! “Manusia dan Taman Eden”
b. Bagaimana caranya Tuhan menciptakan perempuan pertama?
c. Apakah yang dikatakan oleh manusia pertama itu terhadap perempuan?
d. Apa arti kata-kata tersebut?
e. Mengapa perempuan tidak diciptakan dari tulang kepala atau tulang kaki, tetapi dari tulang rusuk?
f. Apa arti kata perempuan?

Penjelasan :

Perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, itu berarti bahwa perempuan dan laki-laki berasal dari sumber yang sama, sehingga keduanya sederajat. Perempuan merupakan pendamping laki-laki, sederajat untuk dihormati dan disayangi sebagai teman.
Oleh sebab itu, perempuan tidak diciptakan dari tulang kepala untuk menguasai laki-laki, dan juga tidak diciptakan dari tulang kaki supaya diinjak-injak oleh laki-laki.
Sebagai teman, laki-laki dan perempuan dapat saling menghargai, menghormati, dan dapat saling membantu dalam suka dan duka. Antara laki-laki dan perempuan, selain terdapat banyak persamaan terdapat pula perbedaan yang menarik. Laki-laki dan perempuan memiliki kekhasannya masing-masing. Selain perbedaan jasmani, terdapat pula perbedaan kemampuan, pembawaan, dan sifat-sifat. Perbedaan itu tidak menyebabkan laki-laki dan perempuan saling bertolak belakang, tetapi justru saling mengisi dan melengkapi. Oleh sebab itu, antara laki-laki dan perempuan harus saling menghormati dan mencintai.
Berdasarkan kebudayaan, istilah perempuan menegaskan peran mulia sebagai “yang empunya” kehidupan. Hal ini terkait dengan kedudukan perempuan sebagai ibu yang mampu melahirkan. Semua orang yang ada di muka bumi tentu dilahirkan dari ibu atau perempuan. Sebagai perbandingan, istilah wanita lebih menempatkan peran kedua atau lebih rendah dari laki-laki. Istilah wanita sering diartikan sebagai “wani ditata” atau yang harus ditata dan diatur.

3. Membangun Sikap Hormat antara Perempuan dan Laki-laki.

Selain perbedaan jasmani, terdapat pula perbedaan kemampuan, pembawaan, dan sifat-sifat. Perbedaan itu tidak menyebabkan laki-laki dan perempuan saling bertolak belakang, tetapi justru saling mengisi dan melengkapi. Oleh sebab itu, antara laki-laki dan perempuan hendaknya saling menghormati dan mencintai.

Doa
Allah, Bapa kami yang Mahabaik,
kami sekarang sudah tahu dan percaya bahwa Engkau telah menciptakan
laki-laki dan perempuan sederajat.
Kami mohon, doronglah supaya
kami saling menghormati dan menghargai serta dapat bekerja sama di sekolah
dan di luar sekolah.
Karena Kristus Tuhan kami. Amin.

 

 

D. Perempuan  dan Laki-laki Sederajat.

Laki-laki dan perempuan tersebut ditempatkan Tuhan di Taman Eden, supaya mereka memelihara dan berkuasa atas seluruh taman tersebut. Keduanya dianugerahi martabat yang sama, yaitu dengan bekerja sama dan saling melengkapi, laki-laki dan perempuan dipanggil untuk ikut serta di dalam rencana dan karya Allah.

Doa :
Ya Allah Bapa yang Mahapenyayang,
Pada hari ini kami akan melihat dan menyadari
diri kami sebagai laki-laki dan perempuan yang sederajat.
Engkaulah yang menciptakan kami sebagai laki-laki dan perempuan.
Ajarilah kami untuk saling menghargai sebagai teman dan saling membantu satu sama lain.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

A. Pandangan Masyarakat tentang Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Kegiatan apa yang biasa dilakukan oleh perempuan di lingkungan masyarakat kita?
b. Kegiatan apa yang biasa dilakukan oleh laki-laki di lingkungan masyarakat kita?
c. Sebutkan beberapa kegiatan perempuan yang mungkin dilakukan oleh laki-laki?
d. Sebutkan beberapa kegiatan laki-laki yang mungkin dilakukan oleh perempuan?
e. Adakah ? kegiatan laki-laki yang tidak mungkin dilakukan oleh perempuan
dan sebaliknya kegiatan perempuan yang tidak bisa dilakukan oleh laki-laki? Beri keterangan!
f. Bagaimana pendapat masyarakat di sekitarmu, terhadap laki-laki dan perempuan? setujukah kamu terhadap pendapat tersebut? Beri penjelasan!

Penjelasan :

a. Setiap masyarakat dan budaya memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai kedudukan laki- laki dan perempuan. Pendapat masyarakat dan budaya mempengaruhi kebiasaan atau kegiatan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan.

b. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa derajat perempuan lebih rendah dari laki-laki. Kaum perempuan cukup bekerja di dapur, mengurus rumah, merawat anak-anak, dan melakukan kegiatan di dalam rumah. Berdasarkan pendapat ini, perempuan tidak perlu sekolah sampai ke perguruan tinggi. Sementara laki-laki haruslah berpendidikan tinggi, bekerja dan mencari nafkah untuk menghidupi keluarga.

c. Pendapat lain menegaskan bahwa derajat perempuan lebih tinggi dari kaum laki- laki. Menurut pendapat ini, perempuan tidak perlu bekerja keras, karena pekerjaan dan nafkah mutlak menjadi tanggungjawab kaum laki-laki. Perempuan seolah menjadi perhiasan dan atasan. Disebut perhiasan karena perempuan seolah tidak boleh kotor, dan disebut atasan, karena laki-laki harus tunduk dan taat kepada perempuan.

d. Secara Umum, masyarakat dewasa ini memandang laki-laki dan perempuan memiliki martabat dan derajat yang sama. Laki-laki dan perempuan memiliki hak serta kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita dan mengembangkan kemampuan mereka. Maka, selain yang bersifat kodrati, perempuan dan laki-laki dapat melakukan kebiasaan serta kegiatan yang sama. Misalnya bermain sepak bola, menjadi tentara, bekerja sebagai sopir bus, atau berprofesi sebagai montir, kini bukan lagi merupakan pekerjaan laki-laki saja. Sebaliknya, laki-laki pun bisa merawat bayi, memasak, mencuci pakaian, menjahit pakaian, dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama, meskipun terdapat kebiasaaan dan kegiatan yang tidak mungkin diubah, yaitu kebiasaan dan kegiatan yang terkait dengan kodrat sebagai laki-laki atau perempuan. Misalnya menyusui bayi, tidak mungkin dilakukan oleh laki-laki.

 

2. Membaca dan Mendengarkan Cerita Kitab Suci.

Bacalah cerita kitab suci tentang kesederajatan perempuan dan laki-laki di bawah ini!

Perempuan dan Laki-laki Sepadan.
(Bdk. Kejadian 1: 26-27; 2: 18, 20-23)

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Tuhan Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.

Mendalami Cerita Kitab Suci.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Allah berfirman : “tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia”. Jelaskan arti kata sepadan pada ayat tersebut?
b. Apa artinya jika dikatakan bahwa Allah menciptakan perempuan dari tulang rusuk laki-laki?
c. Sebutkan sikap-sikap yang harus ditunjukkan oleh perempuan dan laki-laki, sebagai wujud kesepadanan di antara mereka!
d. Sebutkan bentuk-bentuk kerja sama antara perempuan dan laki-laki yang ada di masyarakat kita!

Rangkuman :

Allah menciptakan manusia, laki-laki dan perempuan, dengan tujuan agar di antara keduanya terjalin kerja sama untuk saling menyempurnakan dan saling melengkapi. Sikap kerja sama, dibutuhkan agar keduanya dapat melaksanakan rencana Allah dalam membangun dunia. Allah tidak menghendaki jika laki-laki atau perempuan berjalan masing-masing, karena hal itu tidak baik di mata Tuhan.
Perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, hal ini menyatakan bahwa perempuan dan laki-laki berasal dari sumber yang sama, sehingga keduanya sederajat. Perempuan merupakan pendamping laki-laki yang sederajat untuk disayangi dan dikasihi sebagai teman. Perempuan tidak diciptakan dari tulang kepala untuk menguasai laki-laki, dan juga tidak diciptakan dari tulang kaki untuk dijadikan bawahan oleh laki- laki.
Sebagai teman, laki-laki dan perempuan dapat saling menghargai, menghormati, dan dapat saling membantu dalam suka dan duka. Antara laki-laki dan perempuan, selain terdapat banyak persamaan terdapat pula perbedaan yang menarik. Laki-laki dan perempuan memiliki kekhasannya masing-masing. Selain perbedaan jasmani terdapat pula perbedaan kemampuan, pembawaan, dan sifat-sifat. Perbedaan itu tidak menyebabkan laki-laki dan perempuan saling bertolak belakang, tetapi justru saling mengisi dan melengkapi. Oleh sebab itu, antara laki-laki dan perempuan hendaknya saling menghormati dan mencintai.

Refleksi dan Ungkapan Syukur atas Kesederajatan Perempuan dan Laki-Laki :
Sejenak kita merenungkan untuk menemukan contoh nyata yang menunjukkan kesederajatan laki-laki dan perempuan. Bagaimana sikap kita terhadap teman yang berbeda jenis selama ini? Tentukan pula sikap-sikap yang harus kita miliki untuk menunjukkan kesederajatan laki-laki dan perempuan!
Jika diberi kesempatan, ungkapkan rasa syukurmu kepada Tuhan, karena telah diciptakan sebagai laki-laki atau perempuan yang sederajat. Ungkapan syukurmu dapat berupa doa, puisi, atau semboyan. Bagikan kepada teman-temanmu, jika diperlukan!

Untuk Diingat
Meskipun memiliki kodrat yang berbeda, tetapi laki-laki dan perempuan memiliki derajat serta martabat yang sama. Laki-laki dan perempuan hendaknya saling menghargai dan membangun kerja sama di dalam membangun hidup yang lebih baik.

 

Doa.
Allah, Bapa kami yang Mahabaik,
kami sekarang sudah tahu dan percaya bahwa Engkau telah menciptakan
laki-laki dan perempuan sederajat.
Kami mohon, doronglah supaya
kami saling menghormati dan menghargai serta dapat bekerja sama di sekolah
dan di luar sekolah.
Karena Kristus Tuhan kami. Amin.

 

This entry was posted in Tak Berkategori by . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *