SD5 – IPA – Bab 2 – Pencernaan pada Manusia

SD5 – Alat Percernaan pada manusia. 

Sumber :  IPA Salingtemas 5 untuk SD/MI Kelas  5.
Penulis : Choiril Azmiyawati,  Wigati Hadi Omegawati, Rohana Kusumawati.

Saat akan makan, pertama-tama yang kamu lakukan melihat makananmu. Setelah itu, kamu akan mencium aromanya kemudian mencicipinya. Setelah makanan berada di mulut, kamu akan mengunyah makanan tersebut. Pada akhirnya kamu menelan makananmu itu. Itulah awal perjalanan makanan menuju sistem pencernaan. Bagaimana perjalanan makanan di dalam sistem pencernaanmu? Apa saja makanan yang kamu perlukan agar tubuhmu sehat dan kuat?

Makanan yang masuk ke dalam tubuh kita akan diolah melalui proses pencernaan. Proses pencernaan adalah proses penghancuran makanan menjadi zat-zat makanan yang dapat diserap tubuh. Alat yang berfungsi untuk menghancurkan makanan ini disebut alat pencernaan. Selain alat-alat pencernaan, dalam tubuh kita juga terdapat kelenjar pencernaan. Misalnya, hati dan kelenjar pankreas. Kelenjar pencernaan membantu alat-alat pencernaan dalam mencerna makanan.

Panjang Saluran Pencernaan : Seluruh saluran pen- cernaan dari mulut sampai anus panjangnya antara 8,5 sampai 10 meter. Berarti, 5–6 kali tinggi badan kita. Saluran pencernaan menjadi ringkas karena melingkar-lingkar dalam rongga perut kita. Proses pencernaan makanan dari awal hingga akhir secara keseluruhan berlangsung antara 18 sampai 24 jam.

1. Mulut.

Makanan masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan air ludah (air liur). Ketiga komponen itu berperan untuk mencerna makanan di dalam mulut. Gigi dan lidah mencerna makanan secara mekanis. Air ludah mencerna makanan secara kimiawi. Pencernaan secara mekanis merupakan pencernaan makanan dengan cara dikunyah oleh gigi dan dibantu lidah. Sementara itu, pencernaan kimiawi merupakan pencernaan makanan yang dilakukan oleh enzim.

a. Gigi.

Gigi berfungsi menghancurkan makanan yang masuk dalam rongga mulut. Berdasarkan bentuk dan fungsinya, gigi dibedakan menjadi tiga. Ketiga gigi tersebut yaitu gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham. Gigi seri untuk memotong makanan, gigi taring untuk mengoyak makanan, dan gigi geraham untuk mengunyah makan- an. Gigi geraham dibedakan menjadi geraham depan dan geraham belakang.

Gigi tertanam pada rahang dan diperkuat oleh gusi. Bagian-bagian gigi yaitu mahkota gigi, tulang gigi, dan rongga gigi. Mahkota gigi tampak putih, halus, dan licin karena dilapisi email. Tulang gigi terletak di bawah lapisan email. Tulang gigi meliputi leher gigi dan akar gigi. Rongga gigi berada di bagian dalam gigi. Perhatikan gambar di bawah!

b. Lidah.

Lidah mempunyai beberapa fungsi seperti berikut.
1) Mengatur letak makanan saat dikunyah.
2) Membantu menelan makanan.
3) Mengecap rasa makanan.

Lidah peka terhadap panas, dingin, dan adanya tekanan. Lidah dapat mengecap makanan karena pada permukaannya terdapat bintil-bintil lidah. Pada bintil-bintil lidah terdapat saraf pengecap. Setiap permukaan lidah mempunyai kepekaan rasa yang berbeda. Perhatikan gambar di samping!

  • Rasa asin : lidah bagian depan dan samping.
  • Rasa pahit : lidah bagian belakang / pangkal.
  • Rasa Manis : lidah bagian ujung.
  • Rasa Asam : lidah bagian samping.
  • Silakan lihat gambar lidah disamping ini.

 

 

 

c. Air Liur.
Saat makanan dikunyah dalam mulut, makanan dibasahi oleh air liur. Makanan menjadi licin dan mudah ditelan. Selain itu, air liur mengandung enzim ptialin atau amilase. Enzim ini berfungsi untuk mencerna zat tepung (amilum) secara kimiawi menjadi zat gula. Itulah sebabnya, saat mengunyah nasi dalam waktu lama kita akan merasakan manis. Pencernaan seperti ini merupakan contoh pencernaan kimiawi.

 

2. Kerongkongan.

Kerongkongan merupakan penghubung antara rongga mulut dan lambung. Kerongkongan berupa saluran yang panjangnya kira-kira 20 cm. Kerongkongan terdiri atas otot yang lentur. Makanan yang berada di dalam kerongkongan akan didorong oleh dinding kerongkongan menuju lambung. Gerakan seperti ini disebut gerak peristaltik. Gerak peristaltik dilakukan oleh otot dinding kerongkongan.

 

3. Lambung.
Lambung adalah alat pencernaan berotot yang berbentuk seperti kantong. Bagian dalam dinding lambung berlipat-lipat. Bagian ini berguna untuk mengaduk makanan yang berasal dari kerongkongan. Dinding lambung juga menghasilkan asam klorida. Asam klorida atau asam lambung berguna untuk membunuh kuman-kuman yang masuk bersama makanan.
Selain itu, di dalam lambung terdapat enzim pepsin dan renin. Enzim renin berfungsi mengendapkan protein susu menjadi kasein. Enzim pepsin berguna untuk mengubah protein menjadi asam amino. Di dalam lambung ini terjadi pencernaan secara mekanik dan kimiawi.

 

4. Usus Halus. 
Setelah dicerna di lambung, makanan masuk ke usus halus. Usus halus ini sebenarnya sangat panjang, tetapi melipat-lipat di perut kita. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerap.
Di dalam usus dua belas jari, makanan dicerna secara kimiawi. Pencernaan itu dilakukan oleh getah empedu dan getah pankreas. Getah empedu dihasilkan oleh hati. Getah empedu berfungsi untuk mencerna lemak. Beberapa enzim yang dihasilkan getah pankreas sebagai berikut.
a. Enzim amilase, berfungsi mengubah zat tepung menjadi gula.
b. Enzim tripsin, berfungsi mengubah protein menjadi asam amino.
c. Enzim lipase, berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak.

Usus Buntu dan Apendiks.

Pada rangkaian alat pencernaan terdapat usus buntu. Usus buntu berada di awal usus besar dan ber- batasan dengan usus halus. Di bawah usus buntu terdapat apendiks (umbai cacing).

 

 

 

Setelah melewati usus dua belas jari, makanan sampai di usus kosong. Selanjutnya, makanan akan diurai proteinnya oleh enzim erepsin. Sementara itu, karbohidrat yang terkandung dalam makanan tersebut akan diurai oleh enzim maltase, sukrose, dan laktose. Setelah hancur dan lumat, makanan menuju usus penyerap.
Bagian dalam dinding usus penyerap berupa jonjot-jonjot. Di dalam jonjot-jonjot itu terdapat ujung pembuluh darah. Melalui pembuluh darah inilah terjadi penyerapan sari- sari makanan. Sari-sari makanan masuk dalam aliran darah dan diedarkan ke seluruh tubuh.

5. Usus Besar.
Usus besar merupakan kelanjutan dari usus halus. Usus besar terdiri atas usus besar naik, usus besar melintang, dan usus besar turun. Di dalam usus besar terjadi penyerapan air dan garam-garam mineral. Selanjutnya, sisa makanan dibusukkan oleh bakteri pembusuk di dalam usus besar. Hasil pembusukan berupa bahan padat, cair, dan gas.

6. Anus.
Bagian akhir dari saluran pencernaan berupa lubang keluar yang disebut anus. Sisa pencernaan dari usus besar dikeluarkan melalui anus. Bahan padat hasil pembusukan dikeluarkan sebagai tinja dan gas. Gas dikeluarkan berupa kentut. Sisa pencernaan yang berupa cairan disalurkan dan disaring dalam ginjal. Cairan yang tidak berguna dikeluarkan melalui lubang kemih berupa air seni.

 

B. Penyakit pada Alat Pencernaan.

Berbagai penyakit dan gangguan (kelainan) dapat menyerang alat pencernaan. Penyakit dan gangguan itu dapat disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Selain itu, juga karena masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh seperti bakteri dan virus. Di bawah ini beberapa penyakit yang dapat menyerang alat- alat pencernaan.

1. Mag (Radang Lambung).
Penyakit ini ditandai dengan gejala lambung terasa perih dan mual. Penyakit mag disebabkan kebiasaan makan yang tidak teratur. Jika kita tidak segera makan pada saat lapar, lambung menjadi kosong. Akibatnya, asam lambung (asam klorida) yang dihasilkan untuk mencerna makanan melukai lambung.

2. Apendisitis (Radang Umbai Cacing).

Radang pada umbai cacing ditandai dengan sakit pada perut sebelah kanan bawah dan biasanya disertai demam. Umbai cacing (apendiks) adalah tonjolan kecil pada usus buntu (sekum). Penyakit ini disebabkan adanya makanan yang masuk di apendiks dan membusuk. Pembusukan makanan di apendiks tersebut dapat mengakibatkan radang.

3. Disentri.

Penyakit disentri disebabkan oleh bakteri. Alat pencernaan yang diserang yaitu usus. Penyakit ini ditandai dengan muntah-muntah dan buang air besar terus- menerus. Disentri dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan makanan dan perlengkapan makan.

4. Sembelit.

Gejala penyakit sembelit yaitu susah buang air besar. Penyakit ini disebabkan makanan yang kita makan kurang berserat. Makanan kurang serat dapat mengganggu proses pencernaan. Serat makanan membantu penyerapan air di usus besar. Jika kadar serat makanan berkurang, sisa makanan kurang menyerap air. Akibatnya, sisa makanan menjadi padat sehingga sulit dikeluarkan. Contoh makanan berserat yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan.

Kamu sudah mengetahui penyakit-penyakit pada alat pencernaan. Rawatlah alat pencernaanmu supaya terhindar dari penyakit-penyakit tersebut dengan cara berikut ini.
a. Makan makanan yang bergizi dan seimbang.
b. Menjaga kebersihan alat-alat makan dan bahan makanan.
c. Minum air putih dalam jumlah yang cukup.
d. Makan secara teratur.
e. Menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan cara menggosok gigi secara teratur.
f. Menghindari makanan yang terlalu panas dan dingin.
g. Mengurangi makanan yang mengandung banyak gula, misalnya permen dan cokelat.
h. Mencuci tangan sebelum makan.
i. Biasakan mengunyah makanan sampai halus agar mudah dicerna oleh lambung.
j. Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat, misalnya buah-buahan dan sayur-sayuran.

Kamu telah mempelajari alat-alat pencernaan dan cara merawatnya. Alat-alat pencernaan itu mempunyai peran yang sangat penting. Di antaranya untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Makanan ini berguna untuk menjaga kesehatan tubuh.

 

C. Hubungan Makanan dan Kesehatan.
Setiap hari kita selalu membutuhkan energi atau tenaga untuk melakukan kegiatan. Oleh karena itu, kita harus cukup makan untuk mendapatkan energi. Makanan yang kita makan harus bergizi dan seimbang.

1. Makanan Bergizi.
Makanan bergizi sebagai sumber energi, bahan pembangun, pelindung tubuh, dan pengatur tubuh. Oleh karena itu, untuk memenuhi beberapa fungsi tersebut, kita harus makan makanan yang bergizi. Makanan yang bergizi yaitu makanan yang mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh. Adapun zat gizi yang diperlukan tubuh yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air.

a. Karbohidrat

Fungsi karbohidrat bagi tubuh sebagai berikut.
1. Sebagai sumber tenaga.
2. Sebagai makanan cadangan.
3. Untuk mempertahankan suhu tubuh.
Bahan makanan yang mengandung karbohidrat antara lain: gandum, beras, jagung, sagu, dan ketela pohon.

b. Lemak.

Lemak juga sebagai sumber tenaga. Lemak ini berfungsi sebagai makanan cadangan. Bahan makanan yang mengandung lemak antara lain: kelapa, kacang tanah, kuning telur, keju, dan daging.

Praktek : Menguji Kandungan Lemak pada Bahan Makanan.
1. Siapkan minyak goreng, air putih, buah jeruk, kacang tanah, dan kertas buram!
2. Buah jeruk diambil dagingnya. Kacang tanah diambil bijinya.
3. Oleskan bahan makanan tersebut di kertas sehingga terdapat bekas pada kertas! Setiap bahan makanan dioleskan pada kertas yang berbeda.
4. Selanjutnya, kertas dijemur sebentar agar air di kertas menguap. Bahan makanan yang mengandung lemak akan meninggalkan noda transparan pada kertas.
5. Amati bahan makanan yang mengandung lemak! Amati pula bahan makanan yang tidak mengandung lemak!
6. Tulislah kesimpulan dari kegiatan ini!
Catatan: Lakukan kegiatan ini di dalam laboratorium bersama gurumu!

c. Protein.

Protein berguna sebagai zat pembangun tubuh. Makanan yang berprotein berguna untuk pertumbuhan, perkembangan, dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Bahan makanan yang mengandung protein antara lain susu, daging, putih telur, dan kacang-kacangan terutama kedelai.

d. Mineral.

Mineral merupakan zat pengatur tubuh. Mineral diperlukan oleh tubuh dalam jumlah sedikit. Walaupun tubuh hanya membutuhkan sedikit, kita harus tetap memenuhinya. Jika tubuh kekurangan mineral, kesehatan akan terganggu. Beberapa mineral yang dibutuhkan oleh tubuh seperti tertera dalam tabel berikut.

Tabel 2.1 Beberapa Jenis Mineral, Sumber Bahan Makanan, dan Kegunaannya.
Mineral;  Sumber Bahan Makanan &  Kegunaan
1) Fosfor. 
Sumber : Ikan, kacang-kacangan, susu, dan keju.
Guna : Pertumbuhan sel-sel dalam tubuh.
2) Fluor :
Sumber Susu, kuning telur, ikan laut, dan otak.
Guna : Pembentukan tulang dan gigi, Mencegah kerusakan gigi.
3) Kalsium :
Sumber : Sayuran kol, wortel, kacang- kacangan, bawang, susu, dan keju.
Guna : Pembentukan tulang dan gigi.
4) Zat besi
Sumber : Sayuran hijau (bayam, kangkung).
Guna : Membantu kerja otot dan saraf, Membentuk sel darah merah, Mencegah penyakit kurang darah (anemia).
5) Yodium.
Sumber : Ikan laut, garam beryodium, dan sayuran hijau.
Guna : Mencegah penyakit gondok.

e. Vitamin.

Vitamin berfungsi sebagai zat pengatur dan pelindung tubuh. Vitamin dapat mencegah timbulnya penyakit. Sebaliknya, kekurangan vitamin (avitaminosis) dapat mengganggu kesehatan. Misalnya sariawan akibat tubuh kekurangan vitamin C. Kegunaan beberapa jenis vitamin seperti tabel berikut.
Tabel 2.2 Jenis Vitamin, Sumber Bahan Makanan, dan Kegunaannya.
1. Vitamin A.
Sumber : Hati, susu, mentega, minyak ikan, kuning telur, sayuran, wortel, buah-buahan yang berwarna merah seperti pepaya dan tomat.
Guna : Meningkatkan daya tahan tubuh;.  Menjaga kesehatan mata;  Menjaga kesehatan kulit.
2. Vitamin B1.
Sumber : Daging, hati, telur, susu, beras merah, bekatul, dan kacang hijau.
Guna : Membantu pencernaan makanan, Mencegah penyakit beri-beri, Meningkatkan nafsu makan.
3. Vitamin C.
Sumber : Buah-buahan dan sayuran segar seperti jeruk, nanas, cabai, tomat, dan pepaya.
Guna : Mencegah sariawan, Membantu daya tahan tubuh terhadap infeksi, Menjaga agar dinding pembuluh darah kuat, Menyembuhkan luka, Menjaga tulang, gigi, dan gusi agar tetap sehat.
4. Vitamin D.
Sumber : Minyak ikan, kuning telur, susu, mentega, dan ikan.
Guna : Membantu proses pertumbuhan tulang, Mencegah penyakit rakhitis dan osteoporosis, Membentuk dan memelihara tulang serta gigi.
5. Vitamin  E.
Sumber : Biji-bijian (terutama yang sedang berkecambah), telur, mentega, dan susu.
Guna : Mencegah kemandulan, Pelindung sel-sel darah merah, Menghaluskan kulit,  Menyuburkan rambut.
6. Vitamin K.
Sumber : Sayuran hijau, kacang kedelai, susu, kuning telur, bayam, kangkung, dan kubis. Guna : Membantu proses pembentukan darah.

f. Air.

Air berguna untuk melarutkan zat-zat makanan, melancarkan pencernaan makanan, dan mengatur suhu tubuh. Air dapat diperoleh dari air yang kita minum. Selain itu, air juga diperoleh dari bahan makanan seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Pada kondisi normal kita membutuhkan minimal 2,5 liter air setiap hari. Tubuh akan terasa lemas jika kita kekurangan air. Oleh karena itu, perbanyaklah minum, terutama air putih!

 

2. Makanan Bergizi Seimbang.

Makanan yang kita makan harus bergizi seimbang. Makanan dikatakan bergizi seimbang jika mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin dalam jumlah tertentu. Kebutuhan untuk tiap kelompok bahan makanan dapat digambarkan dalam piramida di samping.
Dari gambar di samping tampak bahwa karbohidrat sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Setelah itu, berturut-turut protein, lemak, mineral, dan vitamin. Dengan komposisi demikian, kita dapat memenuhi kebutuhan makanan bergizi seimbang.

Urutan Besar ke Kecil : Karbohidrat, Protein, Lemak, Mineral dan yang paling kecil Vitamin.

Menu makanan bergizi seimbang disajikan dalam menu empat sehat lima sempurna.
Menu makanan bergizi seimbang terdapat dalam empat macam makanan berikut.
a. Makanan pokok (nasi, jagung, singkong, roti, dan sagu).
b. Lauk pauk (daging, telur, ikan, tahu, dan tempe).
c. Sayuran (bayam, kangkung, dan buncis).
d. Buah-buahan (apel, mangga, pisang, dan pepaya).

Apabila kita sudah mengonsumsi empat macam makanan di atas, berarti makanan kita sudah memenuhi syarat kesehatan. Namun, bila ditambah susu, maka akan lebih sempurna. Makanan bergizi seimbang yang dilengkapi susu dinamakan makanan empat sehat lima sempurna.
Selain memenuhi persyaratan empat sehat lima sempurna, dalam menyusun menu makanan bergizi seimbang perlu memperhatikan hal-hal berikut.
a. Bersih dan bebas kuman penyakit.
b. Makanan mudah dicerna dalam tubuh.
c. Bervariasi sehingga tidak menimbulkan kebosanan.

Tubuh akan menjadi sehat jika mengonsumsi makanan bergizi dalam jumlah yang seimbang. Apabila kebutuhan gizi seseorang tidak mencukupi atau berlebihan, akan mengganggu kondisi kesehatannya. Kelebihan atau kekurangan salah satu zat gizi dapat mengakibatkan gangguan atau penyakit. Perhatikan tabel berikut!

Tabel 2.3 Jenis-Jenis Gangguan atau Penyakit Akibat Kelebihan atau Kekurangan Salah Satu Zat Gizi

1. Busung lapar, penyebabnya Kekurangan karbohidrat.
2. Kegemukan (obesitas) , penyebabnya Kelebihan karbohidrat dan lemak.
3. Sariawan , penyebabnya Kekurangan vitamin C.
4. Keropos tulang, penyebabnya Kekurangan kalsium (mineral).
5. Anemia, penyebabnya Kekurangan zat besi (mineral).
6. Rabun, penyebabnya senja Kekurangan vitamin A.
7. Penyakit gondok, penyebabnya Kekurangan yodium (mineral).

3. Cara Mengolah Makanan.
Makanan harus diolah dengan cara yang benar. Hal ini bertujuan agar kandungan zat gizinya tidak hilang. Setiap jenis makanan harus diolah sesuai dengan sifat-sifatnya. Sebagai contoh beras. Beras mengandung banyak vitamin B1. Vitamin ini sifatnya mudah larut dalam air. Sebaiknya, beras tidak dicuci terlalu lama dan tidak diremas-remas. Mencuci beras terlalu lama, apalagi dengan meremasnya akan melarutkan vitamin tersebut. Vitamin itu akan terbuang.

Memasak sayuran pun ada aturannya. Kandungan gizi dalam sayuran dapat dipertahankan jika diolah secara benar. Cara memasak sayuran yang benar sebagai berikut.
a. Sayuran dicuci terlebih dahulu sebelum dipotong.
b. Memasak sayuran tidak terlalu lama atau jangan terlalu matang.
c. Saat memasak sayuran sebaiknya panci dalam keadaan tertutup.

Sayuran yang telah matang sebaiknya diletakkan di piring bersih. Sayuran tersebut juga harus disimpan dalam lemari yang bersih. Ada beberapa jenis sayuran yang dapat dimakan mentah. Sayuran jenis ini biasa digunakan sebagai lalapan. Contoh lalapan yaitu kol, selada, kacang panjang, dan daun kemangi. Hati-hatilah kalau kamu ingin makan sayuran mentah ini! Sebaiknya, sayuran mentah ini kamu cuci sampai bersih sebelum dimakan.

Rangkuman :

1. Proses pencernaan adalah proses penghancuran makanan menjadi zat-zat makanan yang dapat diserap tubuh.
2. Sistem pencernaan manusia terdiri atas alat-alat pencernaan berikut.
a. Mulut, tempat mencerna makanan secara mekanik dan kimiawi. Pencernaan mekanik menggunakan gigi dan lidah. Pencernaan kimiawi menggunakan air ludah.
b. Kerongkongan, saluran untuk jalan makanan dari mulut ke lambung dengan adanya gerakan peristaltik.
c. Lambung, tempat mengaduk makanan secara mekanik dan kimiawi.
d. Usus halus, tempat penyerapan sari-sari makanan.
e. Usus besar, tempat penyerapan air dan garam-garam mineral serta pembusukan sisa makanan.
f. Anus, tempat untuk mengeluarkan kotoran (sisa-sisa makanan).

3. Penyakit-penyakit yang menyerang organ pencernaan antara lain: mag, disentri, apendisitis, dan sembelit.

4. Cara-cara merawat organ pencernaan sebagai berikut.
a. Makan makanan yang bergizi seimbang.
b. Menjaga kebersihan alat-alat makan dan bahan makanan.
c. Makan secara teratur.
d. Menghindari makanan yang terlalu panas dan dingin.
e. Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat.
5. Zat-zat yang diperlukan tubuh yaitu karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan air.

 

 

 

 

 

 

 

Dengarkan Audiobook tentang pernafasan manusia dan hewan , klik di bawah ini :

 

 

 

This entry was posted in Tak Berkategori by . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *